Menu

Mode Gelap
Indonesia Capai Swasembada Beras Pertama Kali dalam Bertahun-tahun Percaya dengan Niat Prabowo, Frustrasi dengan Caranya 70 Juta Warga Indonesia Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis Seumur Hidup Kerawanan Pangan Papua Tetap Tinggi, Kemiskinan Jadi Faktor Utama Reformasi Polri-Kejaksaan-KPK Rampung Maret 2026? Indonesia Tidak Pernah Gagal Bayar Utang

PERISTIWA

Kejadian Gaza yang Tampak di Medsos Tidak Lebih dari 5 Persen

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Hari ini saja (beberapa waktu lalu, red.), dari pagi hingga sore, 40-50 nyawa melayang di Gaza. Begitu update yang diterima Muhammad Husein dari teman-temannya yang masih bertahan di sana—beri tahu Akbar Faizal di kanal YouTube-nya diunggah Kamis.

“Biasanya tidak berhenti sampai mencapai target 100 nyawa per hari. Ini konsisten selama 2 tahun terakhir. Pernah satu hari itu 500 nyawa dibunuh. Bom tidak berhenti,” ungkap Huseinz

Yang lebih mengerikan, Israel tidak hanya membunuh warga sipil, tetapi secara sistematis membunuh tenaga medis. “Setiap hari, tiga tenaga medis dibunuh. Mereka membunuh dokter spesialis. Artinya yang terluka tidak bisa dirawat karena dokternya sudah dibunuhi,” jelas Husein.

Statistik mencengangkan: hampir 300 jurnalis telah syahid dalam 2 tahun terakhir. “Setiap 3 hari, satu jurnalis dibunuh. Wartawan Aljazeera sudah banyak yang syahid seperti Anas Assyarif,” tambahnya.

Mengapa jurnalis menjadi target utama? “Israel sangat takut kedatangan jurnalis dan aktivis independen. Mereka akan membongkar kejahatan yang selama ini disensor. Yang kita lihat di media sosial selama 2 tahun ini tidak lebih dari 5% dari kejadian sebenarnya di Gaza,” tegas Husein.

Husein yang pernah tinggal 40 hari di Gaza saat awal serangan 7 Oktober 2023 mengatakan, “Bahkan 40 hari awal saja sudah luar biasa mengerikan. Bayangkan 2 tahun ini apa yang terjadi jika diinvestigasi langsung.”

Ia menegaskan mengapa Israel begitu brutal mencegah bantuan masuk dan membunuh saksi mata: “Ini kejahatan yang sempurna yang dipertunjukkan oleh bangsa yang menyebut diri manusia unggul. Mereka takut semua kebiadaban mereka terbongkar.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Indonesia Capai Swasembada Beras Pertama Kali dalam Bertahun-tahun

23 Januari 2026 - 19:50 WIB

Percaya dengan Niat Prabowo, Frustrasi dengan Caranya

23 Januari 2026 - 19:15 WIB

70 Juta Warga Indonesia Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis Seumur Hidup

23 Januari 2026 - 18:49 WIB

Populer GLOBAL