INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Ustaz Adian Husaini, merespons wacana penggantian program makan bergizi gratis dengan pendidikan gratis melalui kanal YouTube-nya pada Kamis (2/10/2025). Menurutnya, gratisnya pendidikan belum tentu memecahkan akar masalah pendidikan di Indonesia.
“Makan bergizi gratis bagus, pendidikan gratis bagus, tapi mohon ya kita kembali ke akar masalah kita. Apakah pendidikan gratis itu memecahkan masalah kita? Tidak. Belum tentu,” ujar Ustaz Adian dalam video berdurasi sekitar 3 menit tersebut.
Ustaz Adian bahkan menilai bahwa menggratiskan pendidikan bisa merugikan mereka yang mampu secara finansial untuk bersedekah dan berinfak. Ia mencontohkan anaknya yang kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Muhammad Natsir tetap diminta membayar meskipun mahasiswa lain mendapat keringanan.
“Saya bilang, ‘Rugi kalau kamu enggak bayar.’ Kenapa? Karena kamu enggak infak. Mencari ilmu itu perlu bulghah, perlu pengorbanan biaya,” jelasnya.
Pendakwah kelahiran Cirebon ini menegaskan bahwa masalah mendesak yang perlu diselesaikan adalah menanamkan budaya ilmu dan semangat mencari ilmu dalam masyarakat. Menurutnya, kebangkitan suatu peradaban atau bangsa sangat bergantung pada penanaman budaya ilmu, seperti yang dilakukan Rasulullah SAW dalam membangun masyarakat baru.
“Problem kita ini adalah menanamkan budaya ilmu itu. Semangat mencari ilmu itu. Itu yang sekarang urgen sangat mendesak,” tegasnya.
Ustaz Adian mengingatkan bahwa biaya hanyalah satu aspek dari pendidikan. Ia mengutip pesan Imam Syafi’i tentang enam hal yang diperlukan untuk mendapatkan ilmu: kecerdasan (zakain), haus ilmu (wirsin), kesabaran, biaya, bimbingan guru berkualitas, dan waktu yang cukup.
Meski demikian, Ustaz Adian tidak menolak bantuan pendidikan. Ia menekankan bahwa bagi mereka yang tidak mampu, umat Islam lain dan pemerintah harus memberikan bantuan berupa beasiswa.
“Kalau enggak mampu, ada yang enggak mampu, nah, di situlah saudaranya, umat Islam yang lain ya, dan juga pemerintah harus memberikan bantuan bukan hanya gratis, kasih beasiswa,” katanya.
Namun ia mengingatkan, “Kalau orang itu malas cari ilmu, digratiskan pun enggak menyelesaikan masalah.”
Pernyataan Ustaz Adian ini muncul di tengah perdebatan publik mengenai alokasi anggaran program makan bergizi gratis pemerintah yang dinilai sebagian pihak bisa dialihkan untuk sektor pendidikan.






