Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Rocky: Gizi Berubah Jadi Racun karena Korupsi

badge-check


					Foto: dok. Kumparan Perbesar

Foto: dok. Kumparan

INAnews.co.id, Jakarta– Pengamat politik Rocky Gerung melontarkan kritik tajam terkait kasus keracunan makanan yang menimpa anak-anak sekolah. Dalam kanal YouTube Mardani Ali Sera yang diunggah Jumat (10/10/2025), Rocky menyebut korupsi sebagai akar masalah yang mengubah gizi menjadi racun.

“Jadi gizi itu berubah menjadi racun oleh korupsi. Gampangnya begitu tesisnya,” ujar Rocky Gerung.

Rocky mempertanyakan mengapa pemerintah tidak fokus mencari tahu penyebab sebenarnya dari keracunan yang menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, khususnya para ibu.

“Kenapa tidak difokuskan aja untuk mencari tahu apa sebetulnya penyebab dari keracunan itu yang menimbulkan horor, yang menimbulkan kecemasan?” tanyanya.

Menurutnya, racun tersebut seharusnya bisa dianalisis di laboratorium untuk menemukan akar permasalahannya. Rocky menekankan bahwa bumi tidak meracuni manusia, melainkan manusia yang meracuni bumi.

Rocky menjelaskan secara gamblang bagaimana korupsi terjadi di setiap tahapan penyediaan makanan sekolah.

“Dari pasar sampai ke pintu dapur sudah dikorupsi. Dari pintu dapur sampai ke gorengan sudah dikorupsi. Dari penggorengan sampai ke piring sampai ke pintu sekolah sudah dikorupsi,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa praktik korupsi tersebut telah membatalkan hak asasi anak-anak Indonesia untuk memperoleh gizi yang layak.

“Itu artinya hak manusia Indonesia untuk memperoleh gizi dibatalkan oleh korupsi. Kan dasarnya mudah sekali,” tegasnya.

Rocky juga menyoroti kemungkinan makanan yang tidak segar atau dipanaskan berulang kali sebagai salah satu penyebab keracunan.

“Enggak mungkin makanan itu basi kalau betul-betul dia fresh. Enggak mungkin makanan itu basi kalau ukuran kematangannya itu harus dimakan,” katanya.

Ia menduga ada praktik pragmatis seperti memanaskan makanan dari hari sebelumnya yang menjadi penyebab masalah ini.

Rocky Gerung mendesak dibentuknya satuan tugas (satgas) khusus untuk mengevaluasi dan membuktikan bahwa korupsi adalah penyebab dari racun dalam makanan.

“Dibuat satgas untuk mengevaluasi dan bahkan menuduknya bahwa korupsi penyebab dari racun. Jadi racun itu karena kerusakan makanan, karena kerusakan manajemen, karena kerusakan perencanaan,” jelasnya.

Rocky berharap pemerintah memberikan sudut pandang yang tajam dalam menangani kasus ini tanpa berbelit-belit, mengingat persoalan ini menyangkut hak dan keselamatan anak-anak Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi

9 Januari 2026 - 22:52 WIB

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Populer POLITIK