INAnews.co.id, Jakarta– Hujan lebat akibat siklon tropis KOTO dan bibit siklon 95B memicu banjir bandang serta longsor di Sumatra Barat (Sumbar) dan Sumatra Utara (Sumut) sejak 23 November 2025, menyebabkan puluhan korban jiwa dan ribuan warga terdampak.
Bencana melanda 13 kabupaten/kota termasuk Padang, Padang Pariaman, Agam, dan Pasaman Barat, dengan 12 orang tewas dan sekitar 12.000 jiwa terdampak hingga 27 November. Banjir bandang di Lubuk Minturun, Padang, menewaskan lima orang, merusak rumah, dan memutus akses jalan nasional di Pasaman Barat. Pemprov Sumbar menetapkan status tanggap darurat hingga 8 Desember untuk percepatan penanganan.
Sekitar 65 kejadian bencana di delapan kabupaten/kota seperti Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Mandailing Natal, menewaskan minimal 12-19 orang dengan tujuh lainnya hilang. Ribuan warga mengungsi, infrastruktur lumpuh, dan beberapa terjebak di hutan akibat longsor serta banjir bandang. BPBD Sumut mencatat 2.393 KK terdampak pada 25 November, dengan evakuasi masih berlangsung.
BPBD dan BNPB aktif evakuasi serta pendataan, sementara BMKG peringatkan cuaca ekstrem berkelanjutan. Pemprov Sumbar evakuasi ribuan warga dan siaga hingga Desember, didukung bantuan logistik. Di Sumut, Polda dan BPBD tangani 20+ kejadian awal, imbau warga hindari lereng dan bantaran sungai. Demikian dikutip berbagai sumber.*






