INAnews.co.id, Jakarta– Ketika matahari terbit di ufuk timur Flores, cahaya emasnya memantul pada permukaan laut yang jernih dan terumbu karang yang tersembunyi di bawahnya. Pulau ini bukan hanya peta yang terletak di antara Sumbawa dan Timor, tetapi sebuah kisah panjang tentang hubungan manusia dengan alam—kisah yang masih terus ditulis oleh masyarakat adat, satwa unik, dan generasi yang mencintai tanah kelahirannya.
Flores selalu punya cara untuk membuat siapa pun jatuh cinta pada pandangan pertama. Gunung-gunung megah berdiri seolah menjaga pulau ini dengan gagah; hutan menghampar hijau, menjadi rumah bagi kekayaan hayati yang tak ternilai; dan lautan biru mengajak dunia untuk menyelaminya. Namun, kecantikan tak selalu abadi jika tidak dirawat. Hingga kini, pelestarian lingkungan menjadi perjuangan yang tidak pernah berhenti.
Jejak Keindahan yang Membentuk Identitas Flores
Nama Flores yang diberikan oleh bangsa Portugis berarti“bunga”. Sebuah metafora yang sangat tepat—pulau ini memang mekar dengan keunikan alamnya:
- Taman Nasional Komodo
Rumah terakhir kadal purba Komodo, spesies yang tidak ada di belahan bumi lain. - Danau Kelimutu di Ende
Tiga danau dengan warna berbeda yang selalu berubah, seolah menyimpan misteri Sang Pencipta. - Pantai dan Laut Maumere
Terumbu karang bak lukisan alam, menarik para penyelam dari seluruh dunia. - Hutan dan Savana Lembata serta Flores Timur
Bentang alam yang menawarkan keanekaragaman hayati luarbiasa.
Keindahan ini membuat Flores dikenal sebagai mutiara di timurIndonesia—mutiara yang harus dijaga kilauannya.
Tantangan yang Mengancam Warisan Alam
Perkembangan pariwisata dalam dua dekade terakhir membuat banyak perubahan. Di satu sisi, ekonomi tumbuh; namun di sisi lain, muncul ancaman yang tak bisa diabaikan:
• Sampah plastik dari aktivitas wisata dan permukiman mencemari pesisir
• Terumbu karang rusak akibat kontak fisik dan penangkapan ikan merusak
• Penebangan liar dan kebakaran hutan mengganggu ekosistem satwa
• Alih fungsi lahan tanpa perencanaan matang
• Perubahan iklim mempengaruhi garis pantai dan biota laut
Jika tak ditangani, Flores bisa kehilangan daya tarik alaminya yang menjadi sumber kehidupan penduduk dan kebanggaan bangsa.
Peran Kearifan Lokal: Alam sebagai Bagian dariKehidupan
Masyarakat Flores memandang alam bukan sekadar sumberdaya ekonomi, tetapi bagian dari identitas budaya dan spiritual mereka.
Beberapa desa adat menerapkan Sasi, aturan adat untukmengatur pemanfaatan laut dan hutan. Ada waktu di mana lauttidak boleh dilautkan, ada bukit yang tidak boleh ditebang. Semua dilakukan demi memberi kesempatan alam untuk pulih.
Upacara adat yang menghormati tanah, gunung, dan laut bukan sekadar ritual, tetapi pesan moral tentang keseimbangan hidup: Alam memberi makan, maka manusia wajib menjaga. Tradisi ini menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan bukankonsep baru—telah hidup sejak nenek moyang Flores berabad-abad lalu.
Jalan Menuju Flores yang Lestari
Agar pesona Flores tetap mendunia di masa mendatang, langkah-langkah nyata harus terus dilakukan bersama:
- Pengelolaan pariwisata berkelanjutan
• Pembatasan kunjungan di daerah sensitif
• Pelatihan wisata ramah lingkungan
- Revolusi bebas sampah
• Pengurangan plastik sekali pakai
• Program daur ulang berbasis desa
- Rehabilitasi dan konservasi
• Reboisasi hutan dan sabana
• Restorasi terumbu karang dan mangrove
- Pendidikan lingkungan sejak dini
• Ekstrakurikuler alam di sekolah
• Kampanye kesadaran di komunitas
- Kolaborasi lintas pihak
Pemerintah, tokoh adat, pelaku wisata, dan wisatawan memilikitugas yang sama pentingnya.
Wisatawan Juga Punya Peran
Setiap orang yang datang ke Flores adalah tamu yang diberi kepercayaan untuk menjaga rumah orang lain. Tindakan sederhana bisa menyelamatkan lingkungan:
- Tidak membuang sampah
- Tidak merusak terumbu karang
- Menggunakan jasa lokal yang peduli lingkungan
- Menghormati budaya setempat
Langkah kecil, jika dilakukan jutaan orang, akan menjadi perubahan besar.
Melindungi Masa Depan Flores
Flores adalah cerita tentang keajaiban alam yang dikirim Tuhan kepada umat manusia. Sebuah surga yang tidak hanya untuk dinikmati, tetapi diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pelestarian lingkungan bukan pilihan—melainkan kewajiban. Jika kita berdiri bersama, menjaga akar tradisi, dan menerapkan langkah ekologis yang cerdas, maka Flores akan tetap menjadi pulau penuh senyuman—tak hanya untuk hari ini, tetapi selamanya. Seputar Lingkungan bisa diakses: DLH Flores Timur.*






