INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengakui adanya kekhawatiran publik terkait komposisi Tim Percepatan Reformasi Polri yang ia pimpin. Dalam wawancara di podcast Terus Terang, diunggah Senin (10/11/2025).
Mahfud mengonfirmasi bahwa lima dari sembilan anggota tim merupakan petinggi Polri, termasuk tiga mantan Kapolri, satu mantan Wakapolri, dan satu Kapolri aktif.
“Saya maklum kalau ada penilaian seperti itu. Memang dari unsur Polri ada lima dari sembilan,” ujar Mahfud saat ditanya soal kritik publik terhadap independensi tim.
Kritik muncul karena dikhawatirkan tim yang didominasi internal Polri akan sulit objektif dalam melakukan reformasi. Hanya Mahfud dan Jimly Asshiddiqie yang dianggap independen, sementara tiga anggota lainnya adalah pejabat pemerintahan yang tengah sibuk.
Mahfud berdalih bahwa tim akan mendengarkan masukan masyarakat dalam 2-3 minggu ke depan sebelum mengambil keputusan. “Kami datang dengan kepala kosong dulu, tanya ke masyarakat apa masalahnya, apa solusinya,” katanya.






