INAnews.co.id, Jakarta– Pakar bahasa Daniel H. Jakob mengungkap masalah mendasar dalam sistem pendidikan bahasa di Indonesia yang jarang disorot. Menurutnya, banyak guru bahasa Indonesia yang sebenarnya bukan dari bidangnya, sementara perpustakaan di daerah lebih mirip gudang buku daripada fasilitas pembelajaran.
“Hanya di Indonesia guru ada yang honorer. Bagaimana mau meningkatkan pendidikan kalau buku-bukunya ala kadarnya, tidak dipakai, bahkan hanya menjadi gudang?” ujar Daniel dalam diskusi Indonesia Leaders Talk, yang ditayangkan di kanal YouTube Mardani Ali Sera, diunggah Jumat (31/10/2025).
Ia juga menyoroti kesalahan berbahasa yang masih sering terjadi, bahkan dalam materi promosi acara. “Poster acara ini saja, ‘kuasai bahasa Indonesia Inggris’ harusnya ada koma. Berarti kita sering melakukan kesalahan tanpa sadar,” katanya.
Daniel menekankan perlunya memperbaiki kualitas guru dan fasilitas sebelum menambah beban kurikulum dengan bahasa asing baru.






