INAnews.co.id, Jakarta– Pengamat politik Muhammad Said Didu mengungkap praktik “serakah-nomik” yang disebutnya sebagai sistem ekonomi terburuk di Indonesia. Dalam video di kanal YouTube-nya, Rabu (26/11), Didu menjelaskan serakah-nomik adalah praktik ekonomi yang dilakukan oligarki dengan merampok rakyat dan negara.
“Oligarki mencari kemudahan, merampok rakyat, merampas negara, kemudian memperoleh keuntungan dari hasil rampokan untuk menyogok penguasa dan aparat hukum guna melanggengkan bisnisnya,” tegas Didu.
Ia membedakan oligarki dengan pengusaha biasa. Menurutnya, semua oligarki adalah pengusaha, tapi tidak semua pengusaha adalah oligarki. Pengusaha berbisnis secara sehat dalam tatanan hukum, sementara oligarki membeli partai politik, aparat penegak hukum, bahkan membuat undang-undang demi melindungi bisnisnya.
Didu menyebut Presiden Prabowo kini tengah memberantas serakah-nomik yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.
Konsep itu pertama kali diungkap Prabowo pertengahan tahun ini di Solo saat Kongres PSI, lalu diulang berkali-kali hingga di forum internasional seperti KTT APEC di Brasil.






