Menu

Mode Gelap
CBA: Dugaan Anggaran Pembongkaran 98 Tiang Monorel Rp100 Miliar dan Berpotensi Mark Up Prabowo Janji Buka Kampus Kedokteran Gratis untuk Anak Pemulung “Jangan Malu Orang Tuamu Pemulung”, Motivasi Prabowo untuk Siswa Sekolah Rakyat Program MBG Capai 58 Juta Penerima Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Produksi Tertinggi Sepanjang Sejarah Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

EKONOMI

Membongkar Praktik “Serakah-nomic”

badge-check


					Foto: Said Didu/tangkapan layar Perbesar

Foto: Said Didu/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Pengamat politik Muhammad Said Didu mengungkap praktik “serakah-nomik” yang disebutnya sebagai sistem ekonomi terburuk di Indonesia. Dalam video di kanal YouTube-nya, Rabu (26/11), Didu menjelaskan serakah-nomik adalah praktik ekonomi yang dilakukan oligarki dengan merampok rakyat dan negara.

“Oligarki mencari kemudahan, merampok rakyat, merampas negara, kemudian memperoleh keuntungan dari hasil rampokan untuk menyogok penguasa dan aparat hukum guna melanggengkan bisnisnya,” tegas Didu.

Ia membedakan oligarki dengan pengusaha biasa. Menurutnya, semua oligarki adalah pengusaha, tapi tidak semua pengusaha adalah oligarki. Pengusaha berbisnis secara sehat dalam tatanan hukum, sementara oligarki membeli partai politik, aparat penegak hukum, bahkan membuat undang-undang demi melindungi bisnisnya.

Didu menyebut Presiden Prabowo kini tengah memberantas serakah-nomik yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Konsep itu pertama kali diungkap Prabowo pertengahan tahun ini di Solo saat Kongres PSI, lalu diulang berkali-kali hingga di forum internasional seperti KTT APEC di Brasil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo Janji Buka Kampus Kedokteran Gratis untuk Anak Pemulung

13 Januari 2026 - 11:05 WIB

Program MBG Capai 58 Juta Penerima

13 Januari 2026 - 07:02 WIB

Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Produksi Tertinggi Sepanjang Sejarah

13 Januari 2026 - 05:59 WIB

Populer INDAG