Menu

Mode Gelap
Prabowo Pernah Sebut Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar Maju Pilkada BAT Bank Akui Dana USD 1 Juta Dikuasai, CWIG Ultimatum Pengembalian Secepatnya CBA Desak Kejati Jabar Usut Pengadaan PC di Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung Keamanan Susu Bayi Harus Jadi Prioritas Aksi Buruh 15 Januari Akan Digelar di DPR, Bawa 4 Tuntutan CBA: Dugaan Anggaran Pembongkaran 98 Tiang Monorel Rp100 Miliar dan Berpotensi Mark Up

KEUANGAN

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Rabu

badge-check


					Foto: dok. istimewa Perbesar

Foto: dok. istimewa

INAnews.co.id, Jakarta– Pada perdagangan Rabu, 19 November 2025, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tekanan namun dengan fluktuasi yang lebih stabil dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data terkini dari Bank BRI per pukul 09.04 WIB, nilai tukar rupiah berada di kisaran beli Rp16.605 dan jual Rp16.905 per dolar AS, menunjukkan sedikit pelemahan dari level sebelumnya namun masih relatif stabil di tengah sentimen pasar global yang cenderung risk-off akibat kekhawatiran investor pada sektor teknologi dan prospek laporan keuangan Nvidia yang akan dirilis pada hari ini.

Pelemahan nilai tukar rupiah pada perdagangan sebelumnya, Selasa (18/11/2025), terpantau sebesar 19 poin atau 0,11% ke level Rp16.755 per dolar AS, dipicu oleh sentimen risk-off yang juga membuat dolar AS menguat karena investor mengalihkan asetnya ke mata uang yang dianggap lebih aman. Indeks dolar AS sempat turun tipis 0,05% ke level 99,53, namun daya tarik dolar tetap tinggi di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Analis valuta asing senior NAB, Rodrigo Catril, menyatakan bahwa sentimen aversi risiko yang kuat menjadi pendorong utama penguatan dolar AS terhadap mata uang Asia, termasuk rupiah. Kekhawatiran terkait teknologi kecerdasan buatan dan laporan keuangan perusahaan besar seperti Nvidia turut memperberat tekanan terhadap rupiah hari ini. Selain itu, kondisi pasar Asia lainnya juga mengalami pelemahan mata uang seiring sentimen global yang lemah.

Secara umum, rupiah masih menghadapi tantangan di tengah ketidakpastian geopolitik dan dinamika ekonomi global, namun beberapa kalangan tetap optimis dengan potensi penguatan nilai tukar jika indikator domestik membaik dan sentimen global pulih. Demikian dikutip berbagai sumber.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

CBA: Dugaan Anggaran Pembongkaran 98 Tiang Monorel Rp100 Miliar dan Berpotensi Mark Up

13 Januari 2026 - 14:13 WIB

Prabowo Janji Buka Kampus Kedokteran Gratis untuk Anak Pemulung

13 Januari 2026 - 11:05 WIB

Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Produksi Tertinggi Sepanjang Sejarah

13 Januari 2026 - 05:59 WIB

Populer INDAG