Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

NASIONAL

Pemerintah Harus Berikan Roadmap Dan Kebijakan Yang Jelas Mengenai Produksi Alkes Dalam Negeri

badge-check


					Pemerintah Harus Berikan Roadmap Dan Kebijakan Yang Jelas Mengenai Produksi Alkes Dalam Negeri Perbesar

INAnews.co.id,  Jakarta  –  Dinamika regulasi yang terus berubah, proses administrasi yang kompleks serta tantangan dalam penerapan e-Katalog yang belum sepenuhnya stabil telah menimbulkan tekanan besar bagi para pengusaha alat kesehatan.

Sementara itu industri alat kesehatan dalam kurun dua tahun belakangan ini sedang menghadapi tantangan yang sangat berat khususnya Pembelanjaan Alat Kesehatan dari Pemerintah.

Tantangan industri alat kesehatan menjadi semakin bertambah berat dengan adanya kebijakan pengadaan pemerintah yang tersentralisasi di pusat melalui Pengadaan Konsolidasi dan Program Pengadaan yang bersumber dari Pinjaman Luar Negeri.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Gakeslab Indonesia, RD Kartono Dwidjosejo, menekankan pentingnya komitmen pemerintah dalam membangun dan memperkuat industri alat kesehatan (alkes) nasional. Hal tersebut disampaikan saat Musyawarah Provinsi (Musprov) IX Gakeslab Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Rabu (5/11/25).

Menurut Kartono, kemajuan industri alat kesehatan sangat bergantung pada keseriusan dan kebijakan strategis pemerintah.

“Kami para pengusaha tentu mengikuti aturan pemerintah. Namun, agar industri ini bisa maju dan mandiri, dibutuhkan keseriusan pemerintah dalam memberikan arah dan dukungan,” ujarnya.

Kartono juga menyoroti pentingnya keberlanjutan operasional pabrik alat kesehatan di dalam negeri.

“Kami berharap pabrik-pabrik yang sudah berdiri dan mengeluarkan investasi besar tidak berhenti beroperasi atau bahkan tutup. Harus ada kesinambungan,” katanya.

Lebih lanjut, Kartono meminta agar pemerintah memberikan roadmap dan kebijakan yang jelas mengenai produksi alat kesehatan di dalam negeri.

“Apa yang sudah bisa diproduksi di Indonesia, sebaiknya diberi ruang. Walaupun harga produk lokal mungkin sedikit lebih tinggi karena bahan baku masih impor, namun itu langkah penting menuju kemandirian industri,” tegasnya.

Dengan dukungan regulasi yang tepat, ia optimistis industri alat kesehatan nasional dapat tumbuh berkelanjutan dan berkontribusi besar terhadap kemandirian sektor kesehatan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI

26 Februari 2026 - 08:29 WIB

Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa

25 Februari 2026 - 23:34 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Populer EKONOMI