INAnews.co.id, Jakarta– Politisi PKS, Mardani Ali Sera membandingkan strategi pendidikan Singapura dengan Indonesia dalam hal penguasaan bahasa. Negara kecil itu berani merekrut 60 persen dosen asing untuk menjamin kualitas pendidikan tinggi.
“Ketika Singapura merekrut profesor pemenang Nobel, bukan cuma gaji yang ditawarkan, tapi berapa grant penelitian dan kebebasan akademik yang bisa didapat,” ungkap Mardani, dalam diskusi Indonesia Leaders Talk, yang ditayangkan di kanal YouTube-nya, diunggah Jumat (31/10/2025).
Ia mencontohkan National University of Singapore (NUS) yang mengalokasikan hampir Rp100 triliun untuk anggaran penelitian per tahun. Sementara Indonesia memiliki ribuan universitas namun masih menghadapi masalah kualitas guru dan dosen.
Mardani juga menyoroti kebijakan bahasa Singapura yang menjadikan Inggris sebagai bahasa resmi sejak awal, meski penduduknya multietnis. “Sekarang Singapura luar biasa mendapatkan keuntungan dari kebijakan pemimpinnya yang visioner,” katanya.






