Menu

Mode Gelap
Prabowo Pernah Sebut Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar Maju Pilkada BAT Bank Akui Dana USD 1 Juta Dikuasai, CWIG Ultimatum Pengembalian Secepatnya CBA Desak Kejati Jabar Usut Pengadaan PC di Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung Keamanan Susu Bayi Harus Jadi Prioritas Aksi Buruh 15 Januari Akan Digelar di DPR, Bawa 4 Tuntutan CBA: Dugaan Anggaran Pembongkaran 98 Tiang Monorel Rp100 Miliar dan Berpotensi Mark Up

NASIONAL

Tiga Indikator Dugaan Korupsi Proyek Whoosh

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Dalam membangun kasus (case building) terhadap proyek kereta cepat Whoosh, mantan Ketua KPK Abraham Samad mengungkapkan tiga indikator krusial yang harus diperiksa: transparansi, akuntabilitas, dan benturan kepentingan.

“Kalau dalam sebuah proyek itu tidak ada transparansi, tidak ada akuntabilitas, dan di dalamnya ada benturan kepentingan atau conflict of interest, maka di situlah awal KPK memulai melakukan investigasi,” tegas Abraham dalam kanal YouTube-nya, Sabtu (9/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa ketiga indikator ini menjadi “titik start” bagi KPK untuk melakukan penyelidikan. “Tanpa adanya tiga ini, maka kemungkinan besar kasus itu bukanlah kasus yang bisa diperiksa menjadi sebuah kasus korupsi,” ujarnya.

Abraham menekankan bahwa investigasi tidak boleh hanya fokus pada pelaksanaan proyek, tetapi juga harus menelusuri tahap perencanaan, termasuk mengapa proyek yang awalnya dengan Jepang tiba-tiba dialihkan ke China.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo Pernah Sebut Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar Maju Pilkada

13 Januari 2026 - 19:08 WIB

Keamanan Susu Bayi Harus Jadi Prioritas

13 Januari 2026 - 15:14 WIB

Aksi Buruh 15 Januari Akan Digelar di DPR, Bawa 4 Tuntutan

13 Januari 2026 - 14:52 WIB

Populer POLITIK