INAnews.co.id, Jakarta– Ketua Tim Percepatan Reformasi Polri, Prof. Jimly Asshiddiqie, menegaskan timnya akan bekerja secara terbuka dengan mendengarkan aspirasi dari berbagai kalangan, termasuk YouTuber yang aktif mendiskusikan isu kepolisian.
“Di medsos pun banyak sekali YouTuber yang mendiskusikan isu-isu ini. Kami bersikap terbuka untuk mendengarkan. Kalau nanti enggak bisa dibuat forum khusus, ya paling tidak kami akan rajin untuk mendengarkan di YouTube,” ujar Jimly usai pelantikan tim di Istana, Jumat (7/11/2025).
Jimly menjelaskan, proses perumusan rekomendasi sama pentingnya dengan hasil akhir. Tim tidak akan merumuskan sendiri, melainkan akan mendengar masukan dari tokoh masyarakat, aktivis, hingga para tokoh bangsa yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa.
“Bapak Presiden mengarahkan supaya tim ini bukan merumuskan sendiri. Kita juga mendengar,” tegasnya.
Tim beranggotakan 11 orang ini dijadwalkan menggelar rapat pertama pada Senin (10/11) pukul 13.00 di kantor Kapolri untuk menyusun strategi kerja dan pihak-pihak yang akan didengar aspirasinya.






