Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

GAYA HIDUP

Vaksinasi Influenza Perlu Dilakukan Setiap Tahun untuk Cegah Flu Berat

badge-check


					Foto: dr. Helmia Hasan/tangkapan layar Perbesar

Foto: dr. Helmia Hasan/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Dokter spesialis paru dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Dr. Helmia Hasan, Sp.P(K), menegaskan pentingnya vaksinasi influenza yang dilakukan setiap tahun sebagai upaya pencegahan penyakit flu. Hal ini disampaikan dalam peringatan World Flu Day 2025 yang digelar pada Sabtu (1/11/2025).

Dr. Helmia menjelaskan bahwa virus influenza memiliki kemampuan unik untuk terus bermutasi guna menghindari respons imun dari tubuh manusia. Mutasi kecil pada virus dapat membuat perubahan pada permukaannya sehingga mampu mengelabui sistem imun, sementara mutasi besar yang bergabung dengan virus lain dapat menghasilkan virus baru yang sangat berbahaya.

Penularan Mudah Terjadi

Penularan influenza sangat mudah terjadi melalui droplet saat bersin, transmisi airborne, maupun kontak dengan permukaan yang terkontaminasi virus. Meskipun influenza umumnya dapat sembuh sendiri, terdapat kelompok tertentu yang berisiko mengalami komplikasi berat atau memperburuk kondisi penyakit yang sudah ada sebelumnya, termasuk komplikasi pada sistem respirasi, kardiovaskular, saraf, ginjal, hingga sistem imun.

Rekomendasi Vaksinasi Tahunan

Pemberian vaksinasi influenza direkomendasikan setiap tahun dengan beberapa alasan: virus yang terus bermutasi, adanya kelompok tertentu yang membutuhkan perlindungan konsisten, serta penurunan respons imun tubuh terhadap infeksi.

Menurut Panduan Vaksinasi PDPI 2025, populasi umum yang sehat pun direkomendasikan mendapat vaksinasi, termasuk usia dewasa 18-19 tahun dengan pemberian setiap tahun. Kelompok yang sangat dianjurkan divaksinasi meliputi tenaga kesehatan, jamaah haji/umrah, penghuni panti, serta pasien dengan penyakit kronis seperti asma, PPOK, kanker, tuberkulosis, penyakit jantung, obesitas, dan diabetes.

Jenis Vaksin dan Efektivitas

WHO dan CDC merekomendasikan vaksinasi influenza setiap tahun dengan jenis vaksin yang disesuaikan dengan perkiraan virus yang akan beredar pada tahun tersebut. Terdapat berbagai jenis vaksin, mulai dari yang berbasis telur (egg-based), kultur sel (cell-based), hingga rekombinan, dengan rekomendasi menggunakan vaksin quadrivalent yang mengandung dua tipe A dan dua tipe B.

Penelitian menunjukkan bahwa vaksin quadrivalent berbasis sel memberikan perlindungan lebih besar dibandingkan vaksin trivalent atau quadrivalent berbasis telur, karena risiko mutasi yang lebih kecil.

Meskipun efektivitas vaksinasi influenza mencapai 50-60% karena dipengaruhi usia, kondisi kesehatan, dan kesesuaian dengan virus yang beredar, vaksinasi tetap menjadi cara penting untuk melindungi diri dari infeksi.

Waktu Pemberian di Indonesia

Di Indonesia yang terletak di daerah ekuator, tidak ada musim ekstrem seperti negara lain, sehingga infeksi influenza dapat terjadi sepanjang tahun dan vaksinasi dapat diberikan kapan saja, tidak terbatas pada bulan-bulan tertentu.

Dr. Helmia menekankan pentingnya membangun budaya pencegahan (culture of prevention) melalui vaksinasi dan perilaku hidup sehat seperti penggunaan masker dan cuci tangan. Ia mengakui bahwa cakupan vaksinasi influenza di Indonesia masih rendah dan belum terdata dengan baik, berbeda dengan program vaksinasi anak yang sudah memiliki cakupan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Realitas Beban Ganda yang Masih Dihadapi Perempuan Indonesia

7 Januari 2026 - 08:21 WIB

Jangan Makan Buah Berlebihan

31 Desember 2025 - 12:20 WIB

Lemak Berbahaya Bukan dari Jumlahnya tapi Lokasinya

31 Desember 2025 - 10:13 WIB

Populer GAYA HIDUP