INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menekankan perbedaan penting antara konsep smart city dan intelligence city dalam diskusi transformasi Jakarta di Wisma Ainun Habibie, Senin (17/11/2025), diunggh di kanal YouTube-nya, Selasa.
Menurut Anies, smart city hanya berbicara soal teknologi, sementara intelligence city mencakup ekosistem dan manusianya sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan kota.
“Kalau intelligence city itu kita bicara ekosistem dan orangnya yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan kotanya. Jadi bukan hanya teknologinya, tapi kita bagaimana menyiapkan urban citizen,” ujar Anies.
Pakar perencanaan kota Bambang Susantono, yang juga hadir dalam acara bertajuk “Anies Baswedan & Pakar Bicara Transformasi Jakarta”, menyampaikan bahwa kota di negara berkembang seperti Jakarta menghadapi tantangan ganda: menyelesaikan masalah klasik seperti kemacetan, air, dan polusi, sambil melakukan lompatan teknologi agar setara dengan kota-kota global lainnya.






