Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Kebijakan Bioetanol Indonesia Tertinggal

badge-check


					Foto: dok. envato Perbesar

Foto: dok. envato

INAnews.co.id, Jakarta– Dalam perbandingan regional, kebijakan bioetanol Indonesia tertinggal jauh. Brazil sudah menerapkan kewajiban E25 dengan praktik bahkan lebih tinggi, sementara Indonesia masih stagnan di E5.

Abra Talattov mengungkap fakta ini dalam diskusi INDEF, Jumat (26/12/2025). “Di Brazil kewajiban sampai E25 dan praktiknya bahkan jauh lebih dari itu. Thailand dan Filipina juga sudah lebih progresif dibandingkan kita,” katanya.

Grandprix Thomryes dari ITB menjelaskan, kesuksesan Brazil dimulai tahun 1975 bukan karena alasan lingkungan, melainkan karena ketergantungan 80 persen terhadap impor minyak yang menyengsarakan ekonomi mereka. “Kebijakan itu dari tahun 1975 sampai sekarang masih berlangsung dan lintas rezim. Tidak peduli ganti pemerintahan, kebijakan tetap firm,” ungkapnya.

Yang ironis, Indonesia dengan potensi sebagai negara agraris justru tertinggal dalam produktivitas tebu. “Faktanya produktivitas tebu kita relatif tertinggal dibandingkan negara lain. Satu sisi tantangan, sisi lain peluang,” kata Abra.

Kukuh Kumara menambahkan, “Kita punya sumber daya, tapi tidak maksimal dimanfaatkan. Ini tantangan bahwa kita punya kemampuan di situ, tapi belum optimal.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

AS Terapkan Imperialisme Baru dan Ancam Stabilitas Global Tangkap Maduro

9 Januari 2026 - 07:36 WIB

Populer POLITIK