Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Kedaulatan Negara Diserahkan ke Oligarki Lewat UU Cipta Kerja

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Pengamat politik Muhammad Said Didu mengkritik keras peran rezim Joko Widodo dalam memperkuat cengkeraman oligarki di Indonesia. Dalam unggahan YouTube Selasa (16/12/2025), ia menyoroti ironi partai yang mengklaim membela wong cilik justru membuat regulasi pro-oligarki.

“Menariknya adalah partai yang berkuasa adalah yang memakai terus jaket wong cilik. Tapi merekalah yang membikin undang-undang yang direkayasa oleh rezim Joko Widodo untuk menyerahkan kedaulatan negara kepada oligarki,” kata Said Didu.

Ia menyebut Undang-Undang Cipta Kerja sebagai Undang-Undang Penyerahan Kedaulatan Rakyat kepada oligarki, yang memungkinkan semua hal dilakukan dengan alasan undang-undang.

Said Didu mengidentifikasi lima kedaulatan yang telah diambil oligarki: ekonomi, politik, hukum, wilayah, dan pengelolaan sumber daya alam. Ia mencontohkan kasus banjir Sumatera, di mana hutan Bukit Barisan hasil reboisasi dari APBN dan utang Bank Dunia diserahkan kepada oligarki lewat izin HPH.

“Setelah pohonnya diambil, mereka kaya raya. Kemudian banjir, kemudian APBN lagi yang menanggung. Keuntungan mereka digunakan untuk menyogok kiri kanan,” jelasnya.

Yang mengejutkan, Pangdam Bukit Barisan justru menyatakan tidak ada pembalakan hutan di Sumatera Utara meski fakta menunjukkan sebaliknya. “TNI bintang dua memasang badan,” kata Said Didu heran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

AS Terapkan Imperialisme Baru dan Ancam Stabilitas Global Tangkap Maduro

9 Januari 2026 - 07:36 WIB

Populer POLITIK