Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

DAERAH

Menjaga Alam di Aceh Selatan: Kunci Mencegah Banjir dan Longsor

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnew.co.id, Jakarta– Aceh Selatan dikenal sebagai wilayah yang kaya akan bentang alam, mulai dari hutan pegunungan, sungai-sungai besar, hingga garis pantai yang membentang panjang. Kekayaan alam ini sejatinya menjadi penopang utama kehidupan masyarakat. Namun dalam beberapa tahun terakhir, bencana banjir dan longsor kerap melanda sejumlah kecamatan di Aceh Selatan, terutama saat curah hujan tinggi. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa menjaga keseimbangan alam bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

Alam Rusak, Bencana Datang

Banjir dan longsor yang terjadi di Aceh Selatan tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam seperti hujan deras. Kerusakan lingkungan turut memperparah dampak bencana. Pembukaan hutan secara tidak terkendali, alih fungsi lahan di kawasan perbukitan, serta aktivitas penambangan yang tidak ramah lingkungan membuat daya serap tanah terhadap air hujan semakin berkurang.

Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air yang seharusnya terserap ke dalam tanah justru mengalir deras ke permukiman warga melalui sungai dan lereng bukit. Akibatnya, banjir bandang dan longsor pun tak terelakkan, merusak rumah, lahan pertanian, hingga infrastruktur publik.

Pentingnya Menjaga Hutan dan Daerah Aliran Sungai

Hutan di wilayah Aceh Selatan berfungsi sebagai penyangga kehidupan. Akar-akar pohon membantu menahan tanah agar tidak mudah longsor, sekaligus menyerap dan menyimpan air hujan. Jika hutan gundul, tanah menjadi rapuh dan mudah tergerus air.

Selain hutan, daerah aliran sungai (DAS) juga harus dijaga. Pendangkalan sungai akibat sampah dan sedimentasi membuat kapasitas sungai menurun. Saat hujan deras, sungai tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke pemukiman. Menjaga kebersihan sungai dan tidak membangun di bantaran sungai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir.

Langkah Pencegahan Banjir dan Longsor

Ada sejumlah upaya konkret yang dapat dilakukan untuk mencegah banjir dan longsor di Aceh Selatan:

  1. Reboisasi dan penghijauan
    Penanaman kembali pohon di kawasan hutan gundul, lereng bukit, dan daerah rawan longsor harus menjadi prioritas. Pohon berakar kuat mampu menahan tanah dan mengurangi aliran air permukaan.
  2. Pengelolaan tata ruang yang bijak
    Pemerintah dan masyarakat perlu mematuhi aturan tata ruang. Kawasan rawan longsor seharusnya tidak dijadikan permukiman atau area perkebunan intensif.
  3. Menjaga sungai dari pencemaran dan pendangkalan
    Tidak membuang sampah ke sungai serta melakukan normalisasi sungai secara berkala dapat membantu memperlancar aliran air.
  4. Edukasi dan keterlibatan masyarakat
    Kesadaran masyarakat menjadi kunci. Edukasi tentang pentingnya menjaga alam dan mitigasi bencana perlu terus dilakukan, terutama di daerah rawan banjir dan longsor.
  5. Pengawasan aktivitas eksploitasi alam
    Penebangan liar dan penambangan tanpa izin harus ditindak tegas karena berdampak langsung terhadap kerusakan lingkungan.

Menjaga Alam untuk Masa Depan Aceh Selatan

Banjir dan longsor yang melanda Aceh Selatan menjadi peringatan bahwa kerusakan alam akan selalu berujung pada bencana. Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Dengan merawat hutan, sungai, dan lahan secara berkelanjutan, Aceh Selatan dapat mengurangi risiko bencana sekaligus mewariskan alam yang lebih aman dan lestari bagi generasi mendatang.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango

9 Januari 2026 - 18:59 WIB

Pantai Pohon Cinta, Ikon Wisata Favorit di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo

8 Januari 2026 - 16:13 WIB

Pengangkatan Kepala Lingkungan Kelurahan Watulea yang Dinilai Cacat Prosedur Menuai kritik SAMURAIS

5 Januari 2026 - 10:29 WIB

Populer DAERAH