Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

POLITIK

Pengembalian Uang Negara Hasil Korupsi Anjlok Jadi 4,78 Persen

badge-check


					Pengembalian Uang Negara Hasil Korupsi Anjlok Jadi 4,78 Persen Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Pemulihan kerugian keuangan negara dari kasus korupsi tahun 2024 mencapai titik terendah, hanya 4,78 persen dari total kerugian Rp330 triliun. Angka ini turun drastis dibanding tahun 2023 yang mencapai 8 persen.

ICW mencatat total pengembalian kerugian negara melalui denda dan uang pengganti hanya Rp16,13 triliun. Salah satu penyebab anjloknya persentase ini adalah kasus korupsi timah ilegal di Bangka Belitung dengan kerugian negara Rp300 triliun, namun pengembaliannya sangat minim, hanya sekitar Rp10 triliun atau 3,4 persen.

“Kalau dikurangi kasus timah, pengembalian kerugian negara di kasus lain sebetulnya sekitar 10 triliun. Ini menunjukkan pemulihan aset sangat tidak optimal,” jelas Hermansyah dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (4/12/2024).

Dari sisi pidana denda, total yang dijatuhkan sepanjang 2024 mencapai Rp316 miliar dengan rata-rata Rp160 juta per terdakwa. Sementara uang pengganti totalnya Rp16,58 triliun dengan rata-rata Rp14,3 miliar.

ICW menilai pemerintah gagal melakukan terobosan hukum dalam pemberantasan korupsi, khususnya dalam aspek pemulihan kerugian negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme

9 Januari 2026 - 10:11 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Populer NASIONAL