Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

NASIONAL

Ribuan Aktivis Ditahan Pasca Demo Agustus Belum Pernah Dalam Sejarah

badge-check


					Foto: massa aksi di Surabaya, dok. akun X @barengwarga Perbesar

Foto: massa aksi di Surabaya, dok. akun X @barengwarga

INAnews.co.id, Jakarta– Komisi Reformasi Polri, Mahfud MD merekomendasikan Polri untuk menyisir ulang penahanan 1.038 aktivis dan demonstran terkait peristiwa Agustus 2025 yang menewaskan Affan.

“Bukan main-main. Tidak pernah ada di dalam sejarah sebuah demo menahan orang sampai mencapai 1.000,” kata Mahfud MD dalam wawancara eksklusif di podcast-nya, Selasa.

Mahfud menyebut tiga nama yang direkomendasikan untuk dievaluasi ulang: Laras Faizati (staf kantor parlemen), serta Dera dan Munif (aktivis lingkungan dari Semarang). Dera dan Munif bahkan dijadwalkan menikah namun ditahan tanpa pernah diperiksa.

“Dera ditahan tanggal 27 November, tidak pernah diperiksa. Diberitahu dia sudah menjadi tersangka sejak 14 November. Aturannya kan paling lama seminggu sesudah itu diberitahu, tapi sampai ditangkap tidak diberitahu,” jelasnya.

Mahfud menekankan bahwa hak unjuk rasa dijamin konstitusi dan Polri tidak boleh terlalu mudah menangkap orang yang berdemo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

BRICS atau Trump? Bukti Indonesia Kehilangan Orientasi Politik Luar Negeri

24 Februari 2026 - 17:12 WIB

Diplomasi Tarif Prabowo-Trump Gagal Total dan Konyol

23 Februari 2026 - 18:48 WIB

Populer NASIONAL