INAnews.co.id, Jakarta– Akademisi Yanuar Nugroho memperingatkan masyarakat untuk waspada di tahun 2026 yang diprediksi akan menjadi tahun berat bagi ekonomi dan demokrasi Indonesia. Ia memberikan sejumlah catatan penting untuk berbagai kelompok masyarakat.
“Ketidaknyamanan, keresan, atau rasa tidak adil itu makin menyeruak. Saya khawatir jangan sampai pemerintah tidak bisa hadir, kemudian yang terjadi gesekan-gesekan. Kalau gesekan itu terjadi dalam keadaan ekonomi seperti ini, sosial seperti ini, itu akan berat,” kata Yanuar dalam podcast bersama Mahfud MD, Selasa (27/1/2026).
Untuk masyarakat luas, Yanuar mengingatkan agar tidak konsumtif dan menghindari pinjaman online karena kondisi ekonomi yang tidak sedang baik-baik saja. Ia juga mengajak masyarakat sipil untuk terus mengawasi layanan publik, tidak hanya program prioritas seperti MBG.
Khusus untuk akademisi, Yanuar mengajak untuk terus bersuara dan tidak hanya hidup nyaman di belakang tembok kampus. “Jadilah intelektual organik, terlibat dalam masyarakatnya,” ujarnya.
Untuk kalangan bisnis, ia mengingatkan bahwa ekonomi akan lebih berat dengan menyebut penerimaan pajak 2025 yang hanya mencapai 78,7 persen. “Artinya ekonomi belum boleh, transaksi belum berjalan, kelompok-kelompok usaha belum sepenuhnya jalan,” jelasnya.
Yanuar juga mengingatkan birokrat untuk waspada terhadap tekanan politik yang mungkin makin kencang. Ia mengajak mereka untuk tidak menderita sendirian dan mencari teman sesama birokrat yang masih bekerja dengan benar.
Untuk media, pesannya tegas: “Jangan jadi corong kuasa. Media mesti berani bilang yang benar mana.”
Mahfud MD menutup diskusi dengan mengutip hadis: “Sebaik-baik perjuangan jihad adalah kamu berbicara benar di depan penguasa yang salah.”






