Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

GLOBAL

AS Serang Venezuela: Hukum Rimba Gantikan Hukum Internasional

badge-check


					Foto: Mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat (AS), Dino Patti Djalal, dok. media indonesia Perbesar

Foto: Mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat (AS), Dino Patti Djalal, dok. media indonesia

INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Dino Patti Djalal, melontarkan kritik tajam terhadap aksi militer Amerika Serikat yang melakukan invasi serta penangkapan terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Dino menilai tindakan tersebut merupakan sinyal kuat bahwa tatanan hukum internasional telah runtuh dan digantikan oleh “hukum rimba”.

Melalui pernyataan resminya di akun media sosial X pada Sabtu (3/1/2026), diplomat senior ini menegaskan bahwa aksi sepihak AS tersebut mencerminkan arogansi kekuatan besar terhadap kedaulatan negara lain.

Dino menyoroti bahwa dunia kini tengah memasuki fase yang membahayakan. Menurutnya, ketika negara kuat merasa memiliki hak untuk melakukan aksi “semau gue” tanpa mengindahkan norma global, maka stabilitas dunia menjadi taruhannya.

“Invasi militer dan penangkapan/penculikan Presiden Venezuela Maduro oleh AS menandakan bahwa hukum rimba telah gantikan hukum internasional,” tulis Dino. “Ini pertanda kita memasuki a dangerous world order (tatanan dunia yang berbahaya).”

Lebih lanjut, Dino mempertanyakan bagaimana respons organisasi internasional dan blok-blok kekuatan dunia dalam menyikapi pelanggaran kedaulatan ini. Ia secara khusus menyoroti peran Dewan Keamanan (DK) PBB dan negara-negara G7.

“Bagaimana sikap DK PBB? Sikap G7? Bagaimana sikap Amerika Latin?” tanyanya retoris, menekankan perlunya posisi tegas dari komunitas internasional agar tindakan serupa tidak menjadi preseden di masa depan.

Terkait posisi dalam negeri, Dino Patti Djalal menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan ujian nyata bagi konsistensi diplomasi Indonesia. Ia mendorong pemerintah untuk menunjukkan taringnya sesuai dengan amanat konstitusi.

“Bagaimana sikap Indonesia? Ujian bagi polugri (politik luar negeri) bebas aktif yang berlandaskan pada prinsip,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian Luar Negeri RI belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan situasi di Venezuela maupun menanggapi pernyataan dari Dino Patti Djalal tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

FPCI Sebut Tindakan AS di Venezuela Langgar Hukum Internasional

9 Januari 2026 - 06:35 WIB

Situasi Venezuela Memanas, Kemlu Pastikan Seluruh WNI Aman dan Serukan De-eskalasi

4 Januari 2026 - 11:08 WIB

Pertemuan Prabowo Presiden RI dengan PM Selandia Baru Bahas Ini

1 November 2025 - 18:29 WIB

Populer GLOBAL