Menu

Mode Gelap
Kerawanan Pangan Papua Tetap Tinggi, Kemiskinan Jadi Faktor Utama Reformasi Polri-Kejaksaan-KPK Rampung Maret 2026? Indonesia Tidak Pernah Gagal Bayar Utang Ketergantungan Gandum Ancam Ketahanan Pangan Operasi Penertiban Morowali Dihentikan oleh Menhan karena Dua Alasan Ini? Indonesia Renovasi 16.140 Sekolah, Pasang 288.000 Panel Digital Interaktif di Seluruh Nusantara

SOSIAL

Banjir Sumatra Dosa Ekologis yang Menumpuk

badge-check


					Foto: Putusnya jembatan jalur wisata Pelabuhan Ratu - Geopark Ciletuh 7 Desember 2024, dok. tempo Perbesar

Foto: Putusnya jembatan jalur wisata Pelabuhan Ratu - Geopark Ciletuh 7 Desember 2024, dok. tempo

INAnews.co.id, Jakarta– Bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menewaskan 1.198 orang per Jumat (17/1/2026). Angka ini terungkap dalam pidato Anies Baswedan pada Rakernas I Gerakan Rakyat.

Lebih dari 1 juta jiwa mengungsi, ratusan ribu rumah hancur, dan lebih dari separuh desa di Provinsi Aceh terdampak. Sebanyak 144 orang masih dalam pencarian.

“Jangan pernah anggap ini sekedar angka statistik. Yang disebutkan itu adalah ibu yang kehilangan anak, anak yang kehilangan orang tua, keluarga yang kehilangan seluruh kenangan,” kata Anies dengan nada emosional.

Meski pemantik bencana adalah siklon tropis Senyar yang langka terjadi di wilayah katulistiwa, Anies menegaskan bahwa kerusakan masif disebabkan oleh “dosa ekologis yang bertumpuk bertahun-tahun.”

Ia mengibaratkan siklon sebagai korek api, sementara bensinnya adalah hutan yang hilang, sungai yang menyempit, dan gambut yang dikeringkan. “Korek api itu memang siklon. Tapi pertanyaannya bukan soal korek apinya. Bensinnya apa kemarin? Kok bisa nyalanya segede gini?” tanya Anies.

Dampak bencana terparah justru terjadi di kawasan dengan areal perkebunan sawit, karena sistem akar pohon sawit yang dangkal dan horizontal tidak mampu menahan air seperti pohon hutan yang akarnya dalam dan kompleks.

Anies menyebut peristiwa ini sebagai “wake-up call” yang hanya berguna jika diikuti tindakan nyata, bukan sekadar peringatan yang diabaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Butuh Alat Berat Lebih Banyak untuk Bersihkan Lumpur di Aceh Tamiang

23 Januari 2026 - 05:34 WIB

Menjaga Hutan dari Penggundulan untuk Mencegah Banjir Bandang

22 Januari 2026 - 20:27 WIB

Menjaga Selokan, Langkah Sederhana Mencegah Banjir di Permukiman

22 Januari 2026 - 20:17 WIB

Populer SOSIAL