Menu

Mode Gelap
70 Juta Warga Indonesia Dapat Pemeriksaan Kesehatan Gratis Seumur Hidup Kerawanan Pangan Papua Tetap Tinggi, Kemiskinan Jadi Faktor Utama Reformasi Polri-Kejaksaan-KPK Rampung Maret 2026? Indonesia Tidak Pernah Gagal Bayar Utang Ketergantungan Gandum Ancam Ketahanan Pangan Operasi Penertiban Morowali Dihentikan oleh Menhan karena Dua Alasan Ini?

POLITIK

Jangan Salahkan Pemimpin Bentuk Dinasti, Masyarakat Juga Harus Cetak Kader

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta- Menanggapi isu dinasti politik, Prof. Emil Salim memberikan perspektif mengejutkan: jangan salahkan pemimpin yang mendidik penggantinya, tapi salahkan masyarakat yang tidak aktif mencetak pemimpin.

“Jangan salahkan pemimpin. Kalau saudara menjadi pemimpin, saudara mendidik pengganti saudara, mendidik kader yang menggantikan cita-cita saudara. Bagi saya itu logis,” ujar Emil Salim kepada Akbar Faizal, Senin.

Ekonom berusia 96 tahun ini justru menyoroti peran masyarakat sipil yang kurang aktif. “Mendidik pemimpin bukan hak orang-orang tokoh pemerintah saja, juga kewajiban LSM, pengusaha, universitas. Jangan bergantung pada partai saja,” tegasnya.

Emil menceritakan pengalamannya sebagai Menteri Lingkungan Hidup tanpa Dirjen, tapi didukung penuh oleh LSM dan tokoh masyarakat seperti KH Mursyid dari Pondok Pesantren Guluk-guluk Madura dan Pak Bolen di Maumere.

“Yang terjadi hari ini tidak seperti itu karena kita tidak membuat apa-apa. Yang kita salahkan pemerintah. Di mana tanggung jawab masyarakat?” kritiknya.

Emil menutup dengan ajakan: “Do what you can do. Kemampuan ada pada otakmu, tanganmu, tenagamu, dan kemampuan mengajak sahabat-sahabatmu.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Reformasi Polri-Kejaksaan-KPK Rampung Maret 2026?

23 Januari 2026 - 18:13 WIB

Ketergantungan Gandum Ancam Ketahanan Pangan

23 Januari 2026 - 17:22 WIB

Operasi Penertiban Morowali Dihentikan oleh Menhan karena Dua Alasan Ini?

23 Januari 2026 - 17:11 WIB

Populer POLITIK