INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Amien Rais mengenang sosok pahlawan nasional Mohammad Natsir sebagai pemimpin tiga dimensi yang hingga akhir hayatnya tidak tergiur keduniaan. Melalui kanal YouTube pribadinya pada 12 dan 13 Januari 2026, Amien menyoroti kesederhanaan luar biasa Natsir yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri pertama Indonesia pasca kemerdekaan.
“Sulit untuk dipercaya Pak Natsir seorang mantan perdana menteri tidak pernah punya rumah pribadi sampai akhir hayatnya,” ungkap Amien dalam videonya.
Amien menceritakan kisah dari Gusti Muis, sahabat Natsir di Partai Masyumi, yang pernah meminjam uang untuk membeli tiket pesawat Jakarta-Banjarmasin. Natsir yang saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri menjawab bahwa dirinya belum gajian dan harus meminjam dari uang majalah Panji Masyarakat yang dipimpinnya.
Politikus senior itu mengkontraskan kesederhanaan Natsir dengan kondisi para pejabat masa kini yang menurutnya memiliki harta melimpah ratusan miliar hingga triliunan rupiah. Bahkan, kata Amien, ada yang menyimpan uang hasil korupsi di tax haven seperti Pandora dan Panama untuk menghindari pajak.
Falsafah Perjuangan Panjang
Amien juga membagikan falsafah Natsir tentang perjuangan menegakkan kebenaran yang disampaikan dalam pertemuan silaturahmi di Gedung Dakwah Islamiah, Kramat Raya, Jakarta pada 1970. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain almarhum Ir. AM Luthfi, almarhum Dr. Ahmad Watik Pratikno, dan almarhum Dr. Purnomo Yusgiantoro.
Natsir mengibaratkan perjuangan amar makruf nahi mungkar seperti orang berjalan kaki puluhan kilometer di jalan berbatu dan berduri. “Tidak semua lutut teman-teman kita sama kuatnya. Jadi kalau ada teman pada kilometer ke-10 sudah mundur, yang lain harus maklum, tidak perlu dicerca apalagi diejek,” kata Amien mengutip pesan Natsir.
Pesan tersebut disampaikan Amien kepada para aktivis Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang sedang memperjuangkan pembuktian keaslian ijazah Presiden Joko Widodo, termasuk Rismon Hasiholan, Roy Suryo, dan tokoh-tokoh lainnya.
Warisan untuk Indonesia
Dalam video keduanya, Amien menyoroti dua warisan besar Natsir bagi bangsa Indonesia. Pertama, Mosi Integral yang diajukan pada 3 April 1950 untuk membubarkan Republik Indonesia Serikat (RIS) dan kembali ke Republik Kesatuan Indonesia.
“Andai kata RIS tidak dikembalikan ke Republik Kesatuan berkat Mosi Integral Pak Natsir, mungkin Indonesia sudah bubar jalan,” ujar Amien.
Kedua, peran Natsir di dunia Islam sebagai Wakil Ketua Muktamar Alam Islami yang berkedudukan di Makkah dengan sekretariat jenderal di Islamabad, Pakistan. Menurut Amien, hingga abad ke-21 belum ada pemimpin Indonesia yang mencapai posisi serupa.
Amien mengenang bagaimana Natsir bahkan membantu pemerintahan Presiden Soeharto mendapatkan pinjaman dari Islamic Development Bank di Jeddah dengan memberikan rekomendasi, meskipun saat itu Natsir masih berstatus tahanan rumah dan diawasi petugas intelijen.
Mohammad Natsir lahir di Alahan Panjang, Solok, Sumatera Barat pada 17 Juli 1908 dan wafat pada 6 Februari 1993. Beliau dikenal sebagai pemimpin politik yang bijaksana, ulama yang alim, dan tokoh nasional yang menjadi panutan jutaan orang.






