Menu

Mode Gelap
Peru Penghasil Emas Terbesar, tapi Rakyatnya tak Mampu Beli Perhiasan Pemerintah Resmi Luncurkan Polling Pemilihan Logo HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Presiden Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah, Warga: Sangat Terbantu dan Bangga Tidak Pernah Yakin Reformasi Polri Akan Terwujud Komunitas Rielzteam Siap Menggelar Perayaan Anniversary Ke 3 Tahun Korupsi MBG Lebih Parah dari Manfaatnya, tapi Program Harus Lanjut

POLITIK

Menyambut Baik Langkah Kemkes Prioritaskan Rehabilitasi Rumah Nakes Terdampak Bencana

badge-check


					Foto: Netty Prasetiyani Aher, dok. istimewa Perbesar

Foto: Netty Prasetiyani Aher, dok. istimewa

INAnews.co.id, Jakarta– Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyambut baik langkah Kementerian Kesehatan yang memprioritaskan rehabilitasi rumah tenaga kesehatan (nakes) terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menurut politisi PKS ini, kebijakan tersebut mencerminkan pendekatan yang tepat dalam pemulihan pascabencana, karena memperhatikan bukan hanya infrastruktur layanan kesehatan, tetapi juga kesejahteraan para tenaga kesehatan sebagai tulang punggung sistem pelayanan publik.

“Pemulihan layanan kesehatan tidak bisa dilepaskan dari kondisi para tenaga kesehatannya. Ketika nakes masih tinggal di pengungsian, tentu sulit bagi mereka untuk bekerja secara optimal. Karena itu, langkah pemerintah yang memprioritaskan pemulihan rumah nakes patut diapresiasi,” ujar Netty, Selasa (13/1/2026).

Netty menilai keputusan Kemenkes untuk mengawal langsung proses rehabilitasi 3.265 rumah nakes yang terdampak merupakan bentuk keberpihakan negara kepada para pejuang kesehatan yang tetap melayani masyarakat di tengah kondisi darurat.

“Ini menunjukkan bahwa negara hadir tidak hanya saat masyarakat membutuhkan layanan medis, tetapi juga ketika para nakes membutuhkan perlindungan dan kepastian untuk keluarganya,” jelasnya.

Ia juga menyambut baik koordinasi antara Kementerian Kesehatan dan BNPB dalam proses pendataan, verifikasi, dan penyaluran bantuan. Menurutnya, kerja lintas sektor seperti ini penting agar pemulihan dapat berjalan cepat, tepat sasaran, dan akuntabel.

“Sinergi antar kementerian dan lembaga menjadi kunci agar bantuan bisa segera dirasakan oleh para tenaga kesehatan di lapangan,” kata Netty.

Menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri, Netty berharap percepatan rehabilitasi ini dapat benar-benar diwujudkan, sehingga para tenaga kesehatan bisa kembali ke rumah mereka dan bekerja dengan tenang serta penuh semangat.

“Tenaga kesehatan yang pulih secara fisik dan psikologis akan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. Ini bagian dari investasi kita terhadap ketahanan sistem kesehatan nasional,” tandas Netty.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Korupsi MBG Lebih Parah dari Manfaatnya, tapi Program Harus Lanjut

24 Juni 2026 - 17:18 WIB

Haris Azhar: MBG Disakralkan, Padahal Cuma Janji Kampanye

23 Juni 2026 - 05:58 WIB

Ray Rangkuti: Demo Mahasiswa Buntut Krisis Kepercayaan

22 Juni 2026 - 12:55 WIB

Populer POLITIK