INAnews.co.id, Jakarta– Komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi dinilai kuat dalam pernyataan, namun lemah dalam implementasi. Demikian disampaikan mantan Menko Polhukam Mahfud MD dalam refleksi akhir tahun 2025.
Mahfud mengakui statement anti-korupsi Prabowo sangat tegas, namun pelaksanaan di lapangan tersendat. “Kalau komitmen dalam bentuk statement keras sekali. Kita bangga punya presiden yang begitu tegas, keras, tapi di lapangan kok tersendat-sendat penegakan hukumnya,” katanya, Kamis.
Ia menduga ada “beban politik” yang menghambat penegakan hukum. “Kalau normal-normal saja kan gampang. Namanya presiden tinggal perintahkan, kalau memang gak benar segera diklarifikasi. Kalau memang benar segera diboskan ke penjara. Tapi ini maju tidak, mundur tidak,” ujar Mahfud.






