INAnews.co.id, Jakarta– Prof. Hukum Tata Negara UGM Zainal Arifin Mochtar tegas menyebut Wapres Gibran Rakabuming Raka sebagai “anak haram konstitusi” dan meragukan kepemimpinan Prabowo-Gibran mampu membawa Indonesia lebih baik.
“Saya setuju dengan istilah Tempo bahwa Gibran itu anak haram konstitusi. Jelas itu selesai. Clear,” kata Zainal tanpa ragu dalam wawancara dengan Akbar Faizal yang tayang Senin (5/1/2025).
Zainal menjelaskan konsep “competitive authoritarianism” – otoritarianisme kompetitif di mana ada kompetisi namun pemenangnya sudah diatur. “Semua negara digerakkan untuk itu. Itu yang membuat saya tidak pernah merasa PD bahwa tawaran orang seperti Gibran dan Pak Prabowo itu bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pemimpin yang menang dengan kecurangan akan mengalami insecure dan cenderung bertindak otoriter. Film Dirty Vote 2 yang dibuatnya mengangkat tesis ini.






