Menu

Mode Gelap
Mempertanyakan Pertanggungjawaban Dana Jaminan Reklamasi Tambang UU Cipta Kerja Dinilai Permudah Perusakan Lingkungan Deforestasi Legal Lebih Besar dari Ilegal Sidang Sengketa Lahan di Desa Sea Memanas, Saksi Ungkap Fakta Mengejutkan, BPN Diduga Terlibat Pemalsuan Data Auriga: Pencabutan Izin 28 Perusahaan Dinilai “Pura-Pura” Ekspansi PLTG Berpotensi Membebani Masyarakat

POLITIK

Prabowo Punya Kekuatan Besar, Tinggal Mau atau Tidak Perbaiki Tata Kelola

badge-check


					Foto: Prabowo Subianto/tangkapan layar Perbesar

Foto: Prabowo Subianto/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki posisi dan kekuatan yang sangat besar untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan jika memang berkehendak. Namun ia menyayangkan masih banyaknya masalah dalam pelaksanaan program-program pemerintah.

“Saya kira sedang sangat in position Pak Prabowo untuk melakukan itu. Sekarang kekuatannya besar. Gak ada yang berani nabrak dia. Tinggal kalau dia ingin baik, salurkan aja kritik ini. Kritiknya benar, jalan,” kata Mahfud dalam podcast Terus Terang, Selasa (27/1/2026).

Mahfud menjelaskan bahwa saat ini DPR, politik, dan menteri semuanya berada di bawah kendali Prabowo. “Dia tinggal bilang apa aja orang ikut kok. Kalau dia mau, saya ingin ini dan harus benar seperti ini, pertanggungjawab gini, gampang bisa itu,” ujarnya.

Namun Mahfud juga mengkritik pemilihan orang-orang dalam pemerintahan yang dinilai tidak lagi mengikuti standar meritokrasi seperti era sebelumnya. Ia membandingkan dengan zaman Jokowi periode pertama yang memiliki kriteria jelas: tidak punya catatan di KPK dan lulus pemeriksaan PPATK.

“Sekarang ukuran-ukuran itu gak pernah disebut lagi, berarti pilihan orangnya,” kata Mahfud.

Meski demikian, Mahfud menyatakan masih ada harapan untuk perbaikan. Ia menilai dalam demokrasi, selalu ada sirkulasi kekuasaan dan bahkan ketika bertahan pun akan ada unsur-unsur baru yang masuk.

Yanuar Nugroho menambahkan bahwa masih banyak ASN muda yang bekerja lurus dan benar meski tidak terekspos media. Mereka membentuk jaringan-jaringan untuk bertahan dan berharap bisa memperbaiki sistem ketika pemerintahan berganti.

“Ada anak-anak muda yang kritis di birokrasi, anak pintar, tahu bahwa tata kelola MBG, Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat salah dan dia bekerja di situ. Mereka mencoba resisten,” kata Yanuar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

UU Cipta Kerja Dinilai Permudah Perusakan Lingkungan

29 Januari 2026 - 19:23 WIB

Subsidi Energi Fosil Rp400 Triliun Hambat Perkembangan EBT

29 Januari 2026 - 11:57 WIB

Stafsus Merusak Birokrasi, Mahfud Ungkap Skandal di Berbagai Kementerian

28 Januari 2026 - 22:37 WIB

Populer POLITIK