Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

NASIONAL

Suara Perempuan Sering Hilang di Tengah Jalan saat Pemilu

badge-check


					Foto: dok. getty images Perbesar

Foto: dok. getty images

INAnews.co.id, Jakarta– Komnas Perempuan mengungkapkan praktik sistematis penghilangan suara perempuan dalam proses pemilu Indonesia. Maria Ulfah Anshor menjelaskan bahwa pihaknya memantau pemilu dari tingkat TPS hingga nasional.

“Seringkali suara perempuan banyak di tingkat desa, tapi begitu dibawa ke tingkat kecamatan dan kabupaten, potensi penghilangan suara makin tinggi. Akhirnya yang diumumkan sangat kecil,” ungkap Maria dalam wawancara di kanal YouTube Komnas Perempuan, Selasa (6/1/2025).

Ia menyebutkan bahwa mata rantai penghitungan suara yang panjang membuka peluang berbagai permainan politik, termasuk kolusi, korupsi suara, dan penghilangan suara yang membuat perempuan dikalahkan.

Untuk itu, Komnas Perempuan tidak hanya mendorong perempuan maju sebagai calon, tapi juga mengawal seluruh proses—dari pencalonan, kampanye, hingga penghitungan suara—dengan tagline “JITU: Jeli, Inisiatif, Toleran, dan Terukur.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

BRICS atau Trump? Bukti Indonesia Kehilangan Orientasi Politik Luar Negeri

24 Februari 2026 - 17:12 WIB

Diplomasi Tarif Prabowo-Trump Gagal Total dan Konyol

23 Februari 2026 - 18:48 WIB

Populer NASIONAL