Menu

Mode Gelap
BRICS atau Trump? Bukti Indonesia Kehilangan Orientasi Politik Luar Negeri Indonesia Ikut Melemah Seiring Penolakan MA Amerika atas Tarif Trump Perkuat Silaturahmi, Kedubes UEA Serahkan Simbol Tradisi dan Persahabatan di Masjid Al-Amin Kemenkeu Diplomasi Tarif Prabowo-Trump Gagal Total dan Konyol Proposal Trump untuk Gaza Dinilai Jebakan Manis BPJPH: Standar Halal Indonesia dan Amerika Sama-Sama Standar Internasional

NASIONAL

BRICS atau Trump? Bukti Indonesia Kehilangan Orientasi Politik Luar Negeri

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Konsistensi politik luar negeri Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto dipertanyakan. Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti inkonsistensi sikap Indonesia yang sempat gencar mempromosikan diri bergabung dengan BRICS — yang secara ideologis berseberangan dengan NATO dan Amerika Serikat — namun kemudian berbalik arah dengan masuk ke dalam kesepakatan Blueprint of Peace (BOP) bersama Trump.

“Kita masuk dalam BRICS, itu artinya kita punya ideological standing yang berbeda dengan negara-negara NATO. Tapi kemudian kita ikut dalam BOP, artinya kita meninggalkan lagi ide untuk memimpin Global South,” ujar Rocky.

Ia menilai Presiden Prabowo kini berada dalam dilema psikologis dan ideologis yang nyata: kembali ke BRICS berarti dianggap meninggalkan Trump, sementara tetap bergandengan dengan Trump berarti ikut jatuh bersama pemimpin yang sedang melemah itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Diplomasi Tarif Prabowo-Trump Gagal Total dan Konyol

23 Februari 2026 - 18:48 WIB

BPJPH: Standar Halal Indonesia dan Amerika Sama-Sama Standar Internasional

23 Februari 2026 - 14:43 WIB

BPJPH Tegaskan Produk Amerika Wajib Berlabel Halal, Isu tanpa Sertifikasi Hoaks

23 Februari 2026 - 13:41 WIB

Populer NASIONAL