INAnews.co,id, Jakarta– Kasus korupsi yang menjerat pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dinilai baru sebagian kecil dari praktik sistematis yang telah berlangsung lama.
Novel Baswedan dan Aulia Postiera sepakat bahwa masih ada kelompok-kelompok lain yang belum terungkap. “Saya khawatir bahwa yang bermain dengan pola ini tuh bukan satu, tapi yang ter-OTT baru satu,” ujar Novel di kanal YouTube-nya, Senin.
Aulia menambahkan, selama bekerja di KPK, ia menerima banyak pengaduan terkait praktik serupa di Bea Cukai, termasuk keterlibatan perusahaan importir besar PTBR yang baru terungkap sekarang.
“Ini praktik lama. Hanya puncak gunung es-nya saja. Kalau KPK menelusuri lebih jauh lagi kasus ini, akan ditemukan jauh lebih besar dari ini,” katanya.
Kedua tokoh antikorupsi ini mendesak KPK tidak hanya menindak kasus yang sudah terungkap, tetapi juga membuka kasus-kasus lama dan menelusuri jejaring korupsi hingga tuntas melalui penelusuran aliran uang dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).






