Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

INDAG

Harga Bitcoin Di Persimpangan Krusial

badge-check

INAnews.co.id – Harga Bitcoin diperdagangkan sedikit lebih rendah dalam perdagangan hari Rabu (17/10), namun masih diatas rata-rata pergerakan harga selama 200 hari terakhir. Kini, harga mata uang kripto terbesar ini berada di persimpangan yang krusial.

Setelah naik sebanyak 10% pada hari Senin, bitcoin, mata uang digital terbesar di dunia, pecah dari formasi segitiga, yang jika bertahan dapat menunjuk ke kaki lain yang lebih tinggi, sehingga mampu menguji level penting lainnya.

Pergerakan harga yang demikian ini, dari aksi jual cepat namun kemudian secara meyakinkan memecahkan segitiga bawah, perlu mendapat perhatian yang lebih hati-hati.  Jika BTC dapat menutup di atas segitiga ini selama beberapa sesi berikutnya, akan menunjukkan sentimen bullish baru yang dapat mendorong harga kembali ke rata-rata pergerakan 200 hari dan lonjakan tinggi antara $ 7.200 – 7.300.

Rata-rata pergerakan 200 hari, yang saat ini berada pada $ 7,210, merupakan indikator momentum utama dan telah terbukti sebagai duri di samping untuk bull bitcoin yang telah diuji, tetapi gagal untuk dilanggar, pada empat kesempatan pada tahun 2018.

Pada awal perdagangan Rabu, BTCUSD berpindah tangan pada $ 6,492.68, turun 0,5%. Sementara Altcoin, menunjukkan kerugian kecil pada hari Rabu. Ether turun 0,7% ke $ 202,52, Bitcoin Cash turun 1,8% ke $ 438,80, Litecoin turun 0,7% ke $ 52,50 dan Ripple tidak berubah pada 46 sen.

Pada perdagangan berjangka, Bitcoin untuk kontrak Oktober di bursa Cboe Global Markets berakhir di $ 6,423.29, turun 0,1%, sedangkan di CME Group untuk kontrak Oktober ditutup tidak berubah di $ 6.420.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

Paradoks Industri Nasional: Tumbuh tapi Tidak Serap Tenaga Kerja

31 Desember 2025 - 11:16 WIB

Cukai Rp20.000 Per Liter Hambat Daya Saing Bioetanol Indonesia

29 Desember 2025 - 20:58 WIB

Populer ENERGI