INANews.co.id – Bursa saham Asia bervariasi pada awal perdagangan Selasa (30/10), setelah terjadinya pembalikan tajam bursa Wall Street semalam, menyusul laporan bahwa AS akan memberlakukan tarif baru terhadap barang-barang Cina.
Bursa saham Jepang naik di tengah kenaikan saham-saham di sektor keuangan menyusul hasil laporan laba yang solid hingga membantu mengimbangi kerugian saham-saham disektor energi. Indek Nikkei naik 0,8%. Sektor perbankan memimpin kenaikan setelah imbal hasil Obligasi naik lebih tinggi semalam, sehingga saham Mitsubishi UFJ Financial Group naik 1,4%. Saham peralatan berat Komatsu naik 4,4% setelah dengan upgrade proyeksi pendapatan setahun penuh. Sementara itu, emiten explorer minyak Inpex harus turun 2,4% setelah harga minyak mentah jatuh semalam.
Bursa saham Hong Kong jatuh setelah jeda singkat kenaikan kemarin. Melanjutkan penurunan dari minggu lalu karena pembicaraan tentang tarif membebani bursa saham China. Indeks Hang Seng turun 0,9%, berisiko membatalkan semua kenaikan pada perdagangan hari Senin jika kerugian berlanjut hingga akhir perdagangan.
AS sedang mempersiapkan untuk memperpanjang tarif pada semua impor barang Cina yang tersisa pada awal Desember jika pembicaraan antara Donald Trump dan Xi Jinping gagal, demikian menurut laporan Bloomberg pada hari Senin (29/10), mengutip sumber tanpa nama. Memimpin penurunan pada indek dengan penurunan 5,3% adalah saham BOC Hong Kong setelah laba kuartal ketiga mengecewakan.
Indek Shanghai China, tergelincir lagi setelah jatuhnya hari sebelumnya, dan Indek Komposit Shenzhen harus kehilangan 1,3%. Saham minuman keras terus menuju ke selatan pada hasil yang lemah, dimana saham Kweichow Moutai meluncur 5,8%, menyeret nama-nama konsumen utama bersama. Tapi Ping An Insurance naik didukung oleh rencana pembelian kembali sahamnya, membalikkan penurunan yang terjadi dipembukaan perdagangan.
Indek Kospi Korea Selatan, naik tipis 0,2%, dipimpin oleh keuntungan saham produsen chip raksasa Samsung dan SK Hynix setelah perusahaan chip Cina Fujian Jinhua Integrated Circuit Co. ditampar dengan pembatasan ekspor oleh Amerika Serikat
Indek Australia dan Selandia Baru, masing-masing berjalan datar, sementara Indeks Strait Times Singapura turun dan Indek Taiex Taiwan, naik sedikit.






