Menu

Mode Gelap
Ngabuburit Dan Bukber Spesial Bersama Para Influencer otomotif Di Grand Opening Store Apparel TRACKER Cihampelas Bandung Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

INDAG

Bursa Saham Asia Beragam, Meski Wall Street Turun

badge-check

INANews.co.id – Bursa saham Asia bervariasi pada awal perdagangan Selasa (30/10), setelah terjadinya pembalikan tajam bursa Wall Street semalam, menyusul laporan bahwa AS akan memberlakukan tarif baru terhadap barang-barang Cina.

Bursa saham Jepang naik di tengah kenaikan saham-saham di sektor keuangan menyusul hasil laporan laba yang solid hingga membantu mengimbangi kerugian saham-saham disektor energi. Indek Nikkei naik 0,8%. Sektor perbankan memimpin kenaikan setelah imbal hasil Obligasi naik lebih tinggi semalam, sehingga saham Mitsubishi UFJ Financial Group naik 1,4%. Saham peralatan berat Komatsu naik 4,4% setelah dengan upgrade proyeksi pendapatan setahun penuh. Sementara itu, emiten explorer minyak Inpex harus turun 2,4% setelah harga minyak mentah jatuh semalam.

Bursa saham Hong Kong jatuh setelah jeda singkat kenaikan kemarin. Melanjutkan penurunan dari minggu lalu karena pembicaraan tentang tarif membebani bursa saham China. Indeks Hang Seng turun 0,9%, berisiko membatalkan semua kenaikan pada perdagangan hari Senin jika kerugian berlanjut hingga akhir perdagangan.

AS sedang mempersiapkan untuk memperpanjang tarif pada semua impor barang Cina yang tersisa pada awal Desember jika pembicaraan antara Donald Trump dan Xi Jinping gagal, demikian menurut laporan Bloomberg pada hari Senin (29/10), mengutip sumber tanpa nama. Memimpin penurunan pada indek dengan penurunan 5,3% adalah saham BOC Hong Kong setelah laba kuartal ketiga mengecewakan.

Indek Shanghai China, tergelincir lagi setelah jatuhnya hari sebelumnya, dan Indek Komposit Shenzhen harus kehilangan 1,3%. Saham minuman keras terus menuju ke selatan pada hasil yang lemah, dimana saham Kweichow Moutai meluncur 5,8%, menyeret nama-nama konsumen utama bersama. Tapi Ping An Insurance naik didukung oleh rencana pembelian kembali sahamnya, membalikkan penurunan yang terjadi dipembukaan perdagangan.

Indek Kospi Korea Selatan, naik tipis 0,2%, dipimpin oleh keuntungan saham produsen chip raksasa Samsung dan SK Hynix setelah perusahaan chip Cina Fujian Jinhua Integrated Circuit Co. ditampar dengan pembatasan ekspor oleh Amerika Serikat

Indek Australia dan Selandia Baru, masing-masing berjalan datar, sementara Indeks Strait Times Singapura turun dan Indek Taiex Taiwan, naik sedikit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Gejolak Pasar Saham Ancam Degradasi Indonesia ke Frontier Market

6 Februari 2026 - 19:02 WIB

Bursa saham

Mobile Gaming Kuasai 60 Persen Pasar Indonesia

4 Februari 2026 - 13:12 WIB

Kontribusi Industri Game ke PDB Indonesia Capai Rp70 Triliun

4 Februari 2026 - 12:08 WIB

Populer EKONOMI