Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

INDAG

Paska Longsor, Bitcoin Mulai Stabil

badge-check

INAnews.co.id – Harga Bitcoin (BTCUSD) mulai menunjukkan stabilitas, setelah satu hari sebelumnya mengalami penurunan tajam. Longsor ke posisi terendah dalam masa hampir tiga minggu.

Pada perdagangan hari Selasa (30/10), BTCUSD berpindah tangan pada $ 6,275.37, naik 0,2%. Sehari sebelumnya, turun lebih dari 2% menyeret nilai total semua mata uang kripto kembali ke $ 200 miliar.

Musabab longsornya mata uang kripto ini adalah pernyataan Janet Yellen. Berbicara di Forum FinTech Kanada di Montreal pada hari Senin (29/10), Janet Yellen, mantan Gubernur Bank Sentral AS, mengatakan Bitcoin tidak memiliki beberapa komponen kunci untuk menjadikannya sebagai alat pembayaran yang berkelanjutan.

“Telah lama dipikirkan bahwa (agar) sesuatu bisa menjadi mata uang yang berguna, perlu menjadi sumber nilai yang stabil, sayangnya bitcoin tidak demikian”,  demikian menurut kata Yellen, sebagaimana dikutip oleh Kitco.com. Lebih jauh dikatakan olehnya bahwa (Bitcoin) tidak digunakan untuk banyak transaksi, itu bukan sumber nilai yang stabil dan itu bukan cara yang efisien untuk memproses pembayaran,” katanya.

Saat menjadi Gubernur Bank Sentral, Janet Yellen termasuk orang yang tidak banyak berkomentar soal mata uang digital ini. Pernyataan terakhir tentang mata uang kripto ini disampaikan olehnya pada Desember 2017. Dikatakan saat itu bahwa Bitcoin adalah aset yang sangat spekulatif.

Altcoin bergerak naik, dimana Ether diperdagangkan naik 0,3% pada $ 193,74, BitcoinCash lebih tinggi sebesar 0,5% pada $ 413,10, Litecoin, naik 0,1% ke $ 48,62 dan Ripple naik 0,6% ke 44 sen. Sementara dalam perdagangan di bursa berjangka, kontrak Bitcoin di Cboe Global Markets untuk pengiriman bulan November berakhir tidak berubah pada $ 6,245, sedangkan kontrak November di CME Group ditutup naik 0,1% pada $ 6,245.(Al Sattar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Gejolak Pasar Saham Ancam Degradasi Indonesia ke Frontier Market

6 Februari 2026 - 19:02 WIB

Bursa saham

Mobile Gaming Kuasai 60 Persen Pasar Indonesia

4 Februari 2026 - 13:12 WIB

Kontribusi Industri Game ke PDB Indonesia Capai Rp70 Triliun

4 Februari 2026 - 12:08 WIB

Populer EKONOMI