Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

EKONOMI

Penjelasan Gubernur NTB , Kenapa Harus Mulai Pakai Produk Lokal

badge-check


					Penjelasan Gubernur NTB , Kenapa Harus Mulai Pakai Produk Lokal Perbesar

INAnews.co.id, MataramPaket Sembako JPS Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menyisakan banyak pertanyaan dan debat, kenapa harus ‘memaksakan’ diri menggunakan produk lokal?

Gubernur NTB Zulkieflimansyah menjelaskan bahwa Kenapa tidak beli produk yg sudah ada di pasar yang harganya lebih murah dan kemudian mendapat lebih banyak?

“Bagi yang belajar ekonomi biasa tentu pertanyaan di atas wajar. Sayangnya karena seringnya kita berpikiran seperti di atas jadi tergantung pada impor atau membeli produk dari luar. Industri dalam negeri tak pernah hidup. Akibatnya, ekonomi kita tak pernah mandiri dan selalu rentan terhadap gejolak dan perubahan eksternal,” jelasnya.

Orang nomor satu di NTB itu juga menambahkan bahwa Agar ekonomi kita mandiri maka Industri kita harus kuat.

Hadirnya industri akan mengurangi persoalan mendasar kita seperti pengangguran dan kemiskinan. Proses menghadirkan Industri yang kuat dalam sebuah Perekonomian inilah yg disebut dengan Iindustrialisasi.

“Industrialisasi ini tidaklah sederhana. Perjalanannya panjang dan berliku, dan ia mensyaratkan hadirnya inovasi teknologi. Tanpa Inovasi teknologi maka industrialisasi hanyalah mimpi dan pepesan kosong,” tambah Bang Zul sapaannya.

Adapun Inovasi Teknologi ini secara empiris ternyata tidak seperti yg banyak dibayangkan orang. Ia tidak tumbuh subur di kampus kampus atau Lembaga lembaga penelitian.

Inovasi Teknologi ini sebagian besar terjadi di perusahaan dan industri

“Inovasi Teknologi di negara berkembang (catching up countries) tidak banyak berasal dari riset di kampus atau dari R&D lab dan lembaga penelitian. Tapi banyak dilakukan perusahaan dengan Learning by Doing dan Reverse Engineering. Perusahaan belajar dari coba coba, dari melakukan pekerjaan dgn metode ATM, amati, tiru dan Modifikasi,” tuturnya.

Gubernur NTB juga mengatakan jika ingin menghadirkan banyak Inovasi Teknologi maka hadirkan perusahaan dan industri dalam perekonomian dan berikan kesempatan untuk memulai mengerjakan pesanan dan pekerjaan itu.

“Jadi inilah semangat dasar kenapa kita harus ramah pada investasi . Hanya dengan ramah pada Investasi perusahaan mau datang ke tempat kita,” ujar Gubernur.

Banyaknya perusahaan akan menghadirkan banyak inovasi teknologi, banyaknya inovasi teknologi akan mempercepat Industrialisasi dan hadirnya Industrialisasi akan memperkokoh perekonomian dan daya tahan daerah.

“Dengan sedikit landasan teoritis di atas, mudah mudahan para sahabat kini jadi mengerti, bahwa JPS Gemilang yg mengutamakan Produk produk Lokal bukankah sekedar langkah populis tanpa dasar. Ia merupakan langkah ‘besar’ dan ‘mendasar’ untuk memulai Inovasi Teknologi, langkah awal dan mendasar untuk menempuh perjalanan panjang Industrialisasi demi perekonomian NTB yg kokoh di masa yg akan datang,” tandasnya.

Sementara itu tanpa ada kebijakan menggunakan produk lokal, Pelaku Industri Lokal tak akan pernah belajar, tak akan pernah melakukan Inovasi Teknologi dan karenanya tak akan pernah Menjadi besar.

“Nah, Kalau UKM dan Industri Lokal tak pernah akan besar maka ekonomi kita tak pernah mandiri dan akan tergantung terus pada produk dari luar dalam jangka panjang. Kita selamanya akan jadi penonton,” jelas Gubernur NTB

Keberanian menggunakan Produk Lokal dan memunculkan UKM dan Industri Lokal adalah upaya serius untuk menguatkan fondasi ekonomi kokoh dalam jangka panjang.

“Jadi mari semua Kabupaten Kota di NTB di paket paket bantuan masyarakat dengan sembakonya mulai menggunakan Produk Lokal daerahnya masing masing untuk membantu masyarakat di masa pandemik Covid 19 ini. Bumdes dan Toko toko Tani Lokal banjiri dengan produk lokal petani, nelayan, peternak dan pedagang lokal kita,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

CBA Desak Kejagung Panggil Djony Bunarto Tjondro Terkait Dugaan Korupsi Impor BBM Pertamina

5 Januari 2026 - 06:31 WIB

Populer EKONOMI