Menu

Mode Gelap
Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi Umat Islam Harus Terus Bermikraj dalam Ilmu dan Kompetensi Pakar Ekonomi Syariah Ungkap Hikmah Isra Miraj Kemajuan Umat Islam Pasal Nikah dan Poligami dalam KUHP Bertentangan Konstitusi Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG

EKONOMI

Jalani New Normal, PT Pertamina Lubricants Pastikan Pelayanan Pelumas Tetap Optimal

badge-check


					Jalani New Normal, PT Pertamina Lubricants Pastikan Pelayanan Pelumas Tetap Optimal Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta –PT Pertamina Lubricants, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang mengelola bisnis pelumas terus optimis pada prospek bisnis di masa depan dan tetap berupaya untuk menjamin ketersediaan dan pelayanan yang prima dalam masa transisi kenormalan baru yang kini sedang di jalankan seluruh sektor bisnis di Indonesia.

“Secara internal, kami sudah menerapakan protokol New Normal secara ketat dengan mempertahankan aspek kelancaran beroperasi dan HSSE yang disiplin. Tentunya berlaku diseluruh wilayah operasi kami, termasuk di Kantor Pusat Oil Center, 3 Production Unit, 24 Depot Supply Point, 7 Sales Region, tidak terkecuali kami juga menghimbau kantor representative kami di Australia dan Anak Perusahaan di Thailand untuk berkomitmen menjalankan new normal dengan patuh,” ungkap Ageng Giriyono, Direktur Utama PT Pertamina Lubricants, Hai ini tertuang dalam keterangan tertulisnya pada, Jumat 12/06/20.

Protokol-protokol tersebut meliputi rapid test, pembatasan kapasitas ruang kerja, thermal scanning, pemberian paket kesehatan dan higienitas, penyediaan wastafel tambahan, marking wilayah kerja, dan rutin melakukan patroli untuk memastikan kedisiplinan dalam menjalankan new normal ini.

Ageng juga mengatakan bahwa menjalankan kenormalan baru ini tidak akan menghambat laju bisnis PT Pertamina Lubricants.

Guna memastikan ketersediaan dan pelayanan pelumas Pertamina tetap dijalankan dengan baik, perusahaan telah menjalankan protokol pencegahan Covid-19 yang diterapkan oleh seluruh personil sales force di Indonesia, dan juga partner bisnis meliputi pemilik dan mekanik outlet/bengkel, distributor dan konsumen terutama konsumen pelumas Industri.

Para Sales force merupakan garda terdepan dari rantai pasok penjualan pelumas Pertamina baik untuk sektor industri maupun otomotif. Dalam bekerja, PT Pertamina Lubricants memastikan bahwa sales force dalam keadaan sehat, menggunakan atribut APD dengan maksimal, menggunakan kendaraan pribadi/operasional kantor, melakukan penyemprotan disinfektan pada kendaraan dan benda yang digunakan dan dikenakan serta berkomitmen untuk menjaga jarak, hindari kontak langsung dan membatasi waktu bertemu serta menghindari keramaian ketika bertemu dengan konsumen dan pelanggan.

PT Pertamina Lubricants menjamin higienitas para sales force dan juga menjamin kebersihan produk pelumas Pertamina. Seluruh produk yang dikirimkan ke konsumen terjamin keadaannya dengan melalui proses desinfeksi sebelum barang terkirim, termasuk armada pengantar. Petugas yang membawa barang juga dipastikan dalam kondisi sehat dan menggunakan ADP yang lengkap. Dengan begitu, PT Pertamina Lubricants menjamin kenyamanan dan keamanan konsumen.

“Pandemi dan masa transisi ini menjadikan kami adaptif terhadap tekanan, tantangan dan perubahan. Kami melakukan transformasi dari proses bisnis yang lama ke yang baru dan menjadikan itu proses yang ‘normal’ untuk Pertamina Lubricants saat ini dan masa yang akan datang.

Komitmen kami adalah terus berkerja sama dengan para partner-partner kami, agar bisa bersama-sama menghadapi masa transisi ini dengan sebaik mungkin”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara

12 Januari 2026 - 16:44 WIB

Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal

12 Januari 2026 - 14:38 WIB

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Populer EKONOMI