Menu

Mode Gelap
Prabowo Pernah Sebut Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar Maju Pilkada BAT Bank Akui Dana USD 1 Juta Dikuasai, CWIG Ultimatum Pengembalian Secepatnya CBA Desak Kejati Jabar Usut Pengadaan PC di Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung Keamanan Susu Bayi Harus Jadi Prioritas Aksi Buruh 15 Januari Akan Digelar di DPR, Bawa 4 Tuntutan CBA: Dugaan Anggaran Pembongkaran 98 Tiang Monorel Rp100 Miliar dan Berpotensi Mark Up

UPDATE NEWS

Tim Pemekaran Kabupaten Bogoga Diterima Audensi Oleh KSP

badge-check


					Tim Pemekaran Kabupaten Bogoga Diterima Audensi Oleh KSP Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Kantor Staf Presiden (KSP) menerima audiensi tim kordinator pemekaran kabupaten Bogoga , Papua, pada Rabu 9 juli 2020,di Jakarta.

Kabupaten induk dari calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogoga adalah Kabupaten Tolikara merupakan pemekaran dari kabupaten Puncak Jaya.

Daerah Otonom Baru Kabupaten Bogoga mempunyai 11 aspek yang menunjang seperti :

1. Kependudukan; 2. Kemampuan Ekonomi; 3. Potensi Daerah; 4. Kemampuan Keuangan; 5. Sosial Budaya; 6. Sosial Politik; 7. Luas Daerah; 8. Pertahanan; 9. Keamanan; 10. Tingkat Kesejahteraan Masyarakat; 11. Rentang Kendali Dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.

Audiensi dari dua orang perwakilan tim kordinator DOB Kabupaten Bogoga yakni Dem Wanimbo dan Oges Pioti Wenda dijadwakan bertemu dengan Lenis Kagoya selaku Tenaga Ahli Utama Kedeputian V KSP. Dalam kesempatan audensi Dem Wanimbo mengatakan ingin menanyakan kelanjutan Pemerintah Pusat terkait usulan DOB Kabupaten Bogoga.

“Kedatangan kami hari ini ingin menanyakan tindak lanjut rencana pemekaran Kabupaten Bogoga kepada pemerintah pusat, dan terima kasih kami sudah diterima oleh staf Deputi KSP,” ucap Dem yang juga Kordinator Relawan Doakan Jokowi Menang di Jakarta,9 juli 2020.

Seperti diketahui sebelumnya Komisi II DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan sejumlah pihak terkait pemekaran Papua Tengah dan pemekaran Bogoga, Kabupaten Tolikara, Papua. Salah satunya dengan kelompok masyarakat yang menamakan diri 502 Pemekaran Papua Tengah.

Koordinator 502 Pemekaran Papua Tengah, Alof ST Rumayoni mengatakan provinsi Papua Tengah seharusnya sudah terbentuk berbarengan dengan Papua Barat.

Alof mengklaim ada Peraturan Presiden (Perpres) terkait pemekaran Papua Tengah yang menjadi satu dengan Pepres pembentukan Papua Barat pada 2007 silam.

Kepada anggota Komisi II, Alof mengaku sedikit lega setelah Presiden Joko Widodo berjanji akan menindaklanjuti pemekaran provinsi di Papua, tepatnya Papua Tengah.

Menurut Alof, hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat mengunjungi Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin 28 oktober 2019.

Rapat dilaksanakan di Ruang Rapat Komisi II DPR-RI, dihadiri Sekjen DPP Partai Papua Bersatu, Ketua Tim Kerja Pembentukan Otonomi Baru Kabupaten Bogoga dan Koordinator Tim 502 Kebangkitan Provinsi Papua Tengah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo Janji Buka Kampus Kedokteran Gratis untuk Anak Pemulung

13 Januari 2026 - 11:05 WIB

Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Produksi Tertinggi Sepanjang Sejarah

13 Januari 2026 - 05:59 WIB

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

Populer NASIONAL