INAnews.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) setujui usulan yang disampaikan para seniman dan budayawan yang hadir dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, hari Selasa (11/12/2018) sore.
Bahasan dari pertemuan dengan Presiden Jokowi , untuk menetapkan tanggal 9 November sebagai Hari Wayang Nasional.
“Ini memang usulan yang datang dari masyarakat ya. Dan beliau tadi secara langsung diambil suratnya, ditandatangani di tempat,” ujar Hilmar Farid kepada wartawan usai bersama sejumlah seniman dan budayawan bertemu Presiden Jokowi.
Dengan begitu Hilmar menambahkan jika sekarang tanggal 9 November, sebagai tanggal penetapan Hari Wayang Nasional,” ujar Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar.
Implikasi penetapan 9 November sebagai Hari Wayang Nasional, menurut Hilmar, tentu akan ada perayaan. Namun yang pasti, jika selama ini wayang yang tersebar di mana-mana sekarang punya forum untuk pengembangan lebih lanjut.
Selain masalah penetapan Hari Wayang Nasional, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid menambahkan, dalam pertemuan antara seniman dan budayawan dengan Presiden Jokowi itu telah disepakati untuk pembentuan dana perwalian untuk kebudayaan.
“Seperti trust fund begitu , yang disediakan untuk kebudayaan. Angkanya nanti bisa ditanya, saya tidak berani bilang,” ujar Hilmar.
Hilmar menjelaskan dana perwalian itu diharapkan akan memecahkan banyak masalah pendanaan di bidang kebudayaan. Ia menyebutkan, anggaran di bidang kebudayaan ini sangat ketat.
“Sehingga kalau misalnya mau bikin festival atau kegiatan-kegiatan, dengan administrasi yang ada sekarang terasa terhambat dan kita perlu suatu mekanisme yang jauh lebih fleksibel untuk kebutuhan itu. Dan dana perwalian dianggap tepat,” ujar Hilmar.
Dana Perwalian Kebudayaan rencananya akan dianggarkan mulai tahun 2019 mendatang






