INAnews.co.id Bitung– Terkait surat usulan yang dilayangkan 6 Anggota Dewan untuk pelaksanaan Hak Angket kepada pimpinan DPRD Kota Bitung, sebagai tindak lanjut dari ketidakhadiran Pjs Walikota Bitung, Edison Humiang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang pemberhentian Tenaga Harian Lepas (THL) secara sepihak oleh Pemkot Bitung, Kamis (22/10) yang lalu.
Hal ini diapresiasi oleh Ketua PKS Kota Bitung Yanto Mandulangi, Yanto ketika dimintai tanggapan mengatakan, harusnya kehadiran PJS dengan waktu yang terbatas ini dipakai untuk menjaga dan membina keharmonisan juga kerukunan di tengah-tengah masyarakat Kota Bitung, Selasa 27 Oktober 2020.
“Seharusnya Humiang juga harus netral, bukan malah terjun bebas aktif pada praktek politik dengan mengganti baju sebagai wasit, seolah menggeser peran wasit yang sesungguhnya yakni Bawaslu”, ujar Poitisi muda ini.
Lanjut Yanto, Apa yang dibuat Humiang beberapa waktu yang lalu, dengan membentuk Tim nya adalah murni tindakan mengganggu keharmonisan dan kerukunan yang ada di Kota Bitung.
“Sebab pilkada yang harusnya damai dan suka cita sebagaimana filosofi dari sebuah pesta, hari ini praktis berubah menjadi pemilu Halloween yang menyeramkan dengan bumbu teror dan saling menakut-nakuti”, beber Yanto.
Kemudian lanjut Yanto, harusnya warga Kota Bitung peka dengan kondisi saat ini terlebih khusus ancaman pada keharmonisan yang ada selama ini, dimana warga tidak hanya larut dalam eforia dukung mendukung paslon saja, katanya.
“Namun kita juga wajib memberikan perhatian pada kualitas pemilu di Kota Bitung, dan lebih khusus pada kualitas keharmonisan dan kerukunan sebelum dan sesudah pelaksanaan pilkada nantinya”, harapnya.
Yanto menambahkan, “saya menaru khawatir jika hal ini tidak disikapi oleh para penyelenggara KPU, Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan (Gakumdu), teror pemilu Halloween ini akan berlangsung sampai di ruang TPS nanti dan meneror para petugas juga pemilih yang ada pada saat itu”, tegas Yanto.






