Menu

Mode Gelap
GAPEMBI Dukung RUU MBG Agar Dana Pendidikan tak Lagi Dipersoalkan Parpol di Indonesia Dinilai Bukan Partai Sejati, Melainkan “Perusahaan Keluarga” Mengapa Kasus Pidana Pemilu Jarang Diproses? Ahli Ungkap Sistem “Berputar-putar” Ketujuh Komisioner KPU Pernah Dihukum karena Pelanggaran Etika Ahli: Sistem Pilkada Lewat DPRD Justru Picu Transaksi Politik Lebih Parah Prabowo Pernah Sebut Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar Maju Pilkada

POLITIK

Pjs Tidak Netral, Mandulangi Sebut Kota Bitung Akan Menyambut Pemilu Halloween

badge-check


					Pjs Tidak Netral, Mandulangi Sebut Kota Bitung Akan Menyambut Pemilu Halloween Perbesar

 

INAnews.co.id Bitung– Terkait surat usulan yang dilayangkan 6 Anggota Dewan untuk pelaksanaan Hak Angket kepada pimpinan DPRD Kota Bitung, sebagai tindak lanjut dari ketidakhadiran Pjs Walikota Bitung, Edison Humiang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang pemberhentian Tenaga Harian Lepas (THL) secara sepihak oleh Pemkot Bitung, Kamis (22/10) yang lalu.

Hal ini diapresiasi oleh Ketua PKS Kota Bitung Yanto Mandulangi, Yanto ketika dimintai tanggapan mengatakan, harusnya kehadiran PJS dengan waktu yang terbatas ini dipakai untuk menjaga dan membina keharmonisan juga kerukunan di tengah-tengah masyarakat Kota Bitung, Selasa 27 Oktober 2020.

“Seharusnya Humiang juga harus netral, bukan malah terjun bebas aktif pada praktek politik dengan mengganti baju sebagai wasit, seolah menggeser peran wasit yang sesungguhnya yakni Bawaslu”, ujar Poitisi muda ini.

Lanjut Yanto, Apa yang dibuat Humiang beberapa waktu yang lalu, dengan membentuk Tim nya adalah murni tindakan mengganggu keharmonisan dan kerukunan yang ada di Kota Bitung.

“Sebab pilkada yang harusnya damai dan suka cita sebagaimana filosofi dari sebuah pesta, hari ini praktis berubah menjadi pemilu Halloween yang menyeramkan dengan bumbu teror dan saling menakut-nakuti”, beber Yanto.

Kemudian lanjut Yanto, harusnya warga Kota Bitung peka dengan kondisi saat ini terlebih khusus ancaman pada keharmonisan yang ada selama ini, dimana warga tidak hanya larut dalam eforia dukung mendukung paslon saja, katanya.

“Namun kita juga wajib memberikan perhatian pada kualitas pemilu di Kota Bitung, dan lebih khusus pada kualitas keharmonisan dan kerukunan sebelum dan sesudah pelaksanaan pilkada nantinya”, harapnya.

Yanto menambahkan, “saya menaru khawatir jika hal ini tidak disikapi oleh para penyelenggara KPU, Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan (Gakumdu), teror pemilu Halloween ini akan berlangsung sampai di ruang TPS nanti dan meneror para petugas juga pemilih yang ada pada saat itu”, tegas Yanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

GAPEMBI Dukung RUU MBG Agar Dana Pendidikan tak Lagi Dipersoalkan

14 Januari 2026 - 23:29 WIB

Parpol di Indonesia Dinilai Bukan Partai Sejati, Melainkan “Perusahaan Keluarga”

14 Januari 2026 - 12:20 WIB

Mengapa Kasus Pidana Pemilu Jarang Diproses? Ahli Ungkap Sistem “Berputar-putar”

14 Januari 2026 - 10:15 WIB

Populer POLITIK