Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

NASIONAL

Perempuan Harus Bisa Jadi Motor Penggerak Perekonomian Desa

badge-check


					Perempuan Harus Bisa Jadi Motor Penggerak Perekonomian Desa Perbesar

INAnews.co.id.Jakarta –  Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi meminta agar perempuan-perempuan desa turut terlibat aktif dalam setiap pembangunan di desa.

Budi Arie yakin, kemampuan perempuan tidak kalah dengan laki-laki, hanya saja sering kali tidak memiliki kesempatan yang sama, karena dipandang sebagai entitas reproduksi generasi ke generasi.

“Selama ini kita beranggapan perempuan ini tugasnya hanya sebagai alat reproduksi generasi ke generasi yang lain,” kata Budi Arie saat menutup acara Webinar Pemberdayaan Perempuan di Desa, di Grand Sahid, Jakarta, Rabu (11/11/20).

Budi Arie melanjutkan, tugas besar perempuan adalah harus menghapus anggapan-anggapan yang selama ini melekat pada dirinya, dengan cara menunjukkan bahwa perempuan juga bisa menjadi bagian dari pembangunan Indonesia khususnya di desa.

Perempuan yang selama ini sudah aktif di bidang sosial juga sebaiknya segera berkembang ke bidang yang lainnya, khususnya di bidang ekonomi.

“Perempuan jangan hanya di sosial tapi dia harus di ekonomi karena semakin banyak perempuan maju, perempuan entrepreneur, perempuan yang mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan dan pergerakan ekonomi maka Indonesia akan cepat maju,” imbuhnya.

“Jika mendidik laki-laki, kita mendidik seseorang tapi jika mendidik seorang perempuan maka kita mendidik sebuah bangsa,” kata Budi Arie.

Dengan keterlibatan perempuan hebat tersebut, Budi Arie optimis desa akan maju sehingga Indonesia maju akan segera terwujud.

“Omong kosong Indonesia maju dan berjaya  tanpa desa-desa yang maju, jika masih banyak data desa tertinggal maka Indonesia akan sulit dikatakan bisa maju,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Populer UPDATE NEWS