Menu

Mode Gelap
Setelah Dilantik Pengurus Lantip Tangsel Bersiap Merayakan HUT Lantip ke 8 Akar Masalah Rupiah Tertekan karena Institusi Lemah, Kata Guru Besar UI Polri Luncurkan Layanan Digital, Respons Panggilan 110 Detik Penghambat Utama Masuk Investasi Asing: Rendahnya Kapasitas SDA Polri Buka Rekrutmen Inklusif bagi Penyandang Disabilitas Independensi Bank Indonesia Terancam Gara-Gara UU P2SK

INDAG

Donald Trump melunak , Wall Street bersuka cita

badge-check


					Donald Trump melunak , Wall Street bersuka cita Perbesar

INAnews.co.id , Jakarta – Sebuah pernyataan di sosial media twiter dari Presiden AS Donald Trump membuat pelaku pasar saham Amerika Serikat bersuka cita.

Sebelumnya  Trump mengatakan negosiasi dagang dengan China berlangsung dengan sangat baik.

“Perbincangan (di bidang perdagangan) dengan China berlangsung dengan sangat baik!,” tulis Trump melalui akun twiter @realDonaldTrump.

Sebelumnya hari senin (7/01/2019) dan hari selasa ( 8/01/2019),  AS dan China menggelar negosiasi dagang di tingkat wakil menteri.

Seperti di kutip CNBC Indonesia pelaku pasar berharap negosiasi kedua negara itu yang diselenggarakan di Beijing akan membawa  kepada perdamaiain perdagangan secara permanen.

AS telah membuat aturan tentang bea masuk baru bagi produk impor asal China senilai U$ 250 miliar.

Dinilai tinggi , China membalas dengan mengincar produk impor asal AS senilai US$ 110 miliar.

Non-Manufacturing PMI AS pada periode Desember 2018 versi ISM diumumkan di level 57,6, lebih rendah dari pencapaian bulan November yang sebesar 60,7, seperti dilansir dari Forex Factory. Pencapaian ini juga lebih rendah dibandingkan konsensus sebesar 59,6.

Rilis data ini semakin menunjukkan betapa perekonomian AS telah tersakiti oleh perang dagang yang selama ini berkecamuk dengan China.

Akibat melunaknya Trump dengan China melalui akun twiternya , Wall Street akan dibuka menguat pada perdagangan hari Rabu (9/01/2019).

Kontrak futures Dow Jones mengimplikasikan kenaikan sebesar 206 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite diimplikasikan naik masing-masing sebesar 20 poin dan 47 poin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Kadin: Dunia Usaha “Bertahan Saja Sudah Cukup” di Tengah Tekanan Global

26 Juni 2026 - 15:37 WIB

Industri Nasional Masih Impor Bahan Baku

18 Juni 2026 - 19:32 WIB

Kurban Online Berisiko Kikis Nilai Sosial dan Spiritual

27 Mei 2026 - 21:10 WIB

Populer INDAG