Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

UPDATE NEWS

MenkopUKM dan Menparekraf Optimalkan Kolaborasi 5 Destinasi Super Prioritas

badge-check


					MenkopUKM dan Menparekraf Optimalkan Kolaborasi 5 Destinasi Super Prioritas Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta- Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkomitmen untuk konsisten mengembangkan potensi di lima Destinasi Super Prioritas. Yaitu, Labuan Bajo (NTT), Mandalika (NTB), Danau Toba (Sumut), Likupang (Sulut), dan Borobudur (Jateng). 

“Sesuai arahan Presiden RI agar tidak ada lagi ego sektoral antar kementerian. Kita harus sinergi dan kolaborasi,” tandas MenKopUKM Teten Masduki, usai audiensi dengan MenParekraf Sandiaga Uno, di kantor KemenKopUKM Jakarta, Selasa (19/01/21).

Menurut Teten, kerjasama ini akan maksimal jika KemenParekraf telah menentukan faktor unggulan sampai dengan value creation sebuah destinasi, contoh seperti wahana, event, promosi, infrastruktur, hingga hospitality, yang kemudian akan dibantu dengan keberadaan dan pengembangan UMKM sebagai pelaksana usaha serta menciptakan added value turunannya.

“Artinya UMKM ini merupakan support system yang bisa hadir melalui ketersediaan pelaku usaha kuliner, souvernir, dan ekonomi kreatif yang di dalamnya mencakup fesyen, kuliner, dan kriya,” tambah MenkopUKM.

Teten optimis, semua ini bisa berjalan dengan baik jika ada kerjasama yang solid antar KemenKopUKM dan KemenParekraf . “Kita akan exercises langsung di lapangan, khususnya di lima destinasi super prioritas untuk hand in hand dan kolaborasi,” imbuh Teten.

Dalam kesempatan yang sama, Sandiaga menekankan bahwa pihaknya akan melakukan pemetaan kluster di setiap sub sektor pariwisata. “Kolaborasi di setiap kluster ini akan memberikan output dan outcome yang jelas. Agar bisa mempertahankan lapangan kerja di setiap destinasi wisata,” jelas Sandiaga.

Program tersebut, lanjut Sandiaga, nantinya tidak akan hanya dilakukan di lima destinasi saja, melainkan di seluruh destinasi unggulan yang dimiliki negeri ini. “Tentunya, dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat,” tegas Sandiaga.

Terkait rencana gelaran akbar MotoGP di Mandalika 2021, Sandiaga mengungkapkan bahwa ada beberapa desa wisata di sekitar Mandalika yang sudah dibina bersama antara KemenKopUKM dan KemenParekraf.

Contohnya adalah Desa Bilebante, Nusa Tenggara Barat, yang potensinya punya ruang besar untuk terus ditingkatkan. “Ajang MotoGP ini akan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya masyarakat NTB,” pungkas Sandiaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI

26 Februari 2026 - 08:29 WIB

Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa

25 Februari 2026 - 23:34 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Populer EKONOMI