Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

INDAG

PKL tanah abang bentrok dengan Satpol PP

badge-check


					PKL tanah abang bentrok dengan Satpol PP Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Ratusan pedagang kaki lima Pasar Tanah Abang bentrok dengan petugas Satuan Pamong Praja (Satpol PP), pada Kamis (17/1).

Bentrokan terjadi saat penertiban di sepanjang Jalan Jatibaru kolong Jembatan Penyebrangan Multiguna dan Pasar Blok G Tanah Abang Jakarta Pusat.

Dedi Camat Tanah Abang Arif Darsono menyebutkan penertiban Satpol PP merupakan kegiatan rutin yang melibatkan PKL dan Satpol PP.

Namun ia menyesalkan adanya provokator saat penertiban berlangsung.

“Provokator-provokator sedang kami cari bersama polisi,” ujar Dedi.

Dedi mengatakan penertiban dilakukan karena pedagang kaki lima memaksakan berjualan di trotoar. Padahal ada rambu larangan berdagang di trotoar sudah terpasang.

Jelas Dedi, pedagang tak terima dengan penertiban tersebut dan melempari petugas Satpol PP.

Dilansir dari Antara, padagang juga mengembalikan truk yang mengangkut beberapa barang dagangan itu mundur ke Arah Blok A Pasar Tanah Abang.

Sementara itu Polsek Metro Tanah Abang Jakarta Pusat mengumpulkan tiga orang yang diduga menjadi provokator kericuhan.

Petugas kepolisian dikerahkan untuk membantu mendirikan tempat, mulai Stasiun Tanah Abang hingga Blok G.

Kapolsek Metro Tanah Abang Ajun Komisaris Besar Lukman Cahyono mengatakan pedagang meminta agar dapat berjualan di trotoar.

Karena itu saat akan ditertibkan mereka melawan. “Tidak ada korban luka dalam kejadian itu. Kondisi di sana memiliki kondusif,” ujar dia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Target Pertumbuhan 5,4 Persen Sulit Tercapai, Konsumsi dan Kredit Melemah

5 Januari 2026 - 23:39 WIB

Paradoks Industri Nasional: Tumbuh tapi Tidak Serap Tenaga Kerja

31 Desember 2025 - 11:16 WIB

Cukai Rp20.000 Per Liter Hambat Daya Saing Bioetanol Indonesia

29 Desember 2025 - 20:58 WIB

Populer ENERGI