Menu

Mode Gelap
Prabowo Pernah Sebut Cagub Harus Siapkan Rp300 Miliar Maju Pilkada BAT Bank Akui Dana USD 1 Juta Dikuasai, CWIG Ultimatum Pengembalian Secepatnya CBA Desak Kejati Jabar Usut Pengadaan PC di Sekretariat DPRD Kabupaten Bandung Keamanan Susu Bayi Harus Jadi Prioritas Aksi Buruh 15 Januari Akan Digelar di DPR, Bawa 4 Tuntutan CBA: Dugaan Anggaran Pembongkaran 98 Tiang Monorel Rp100 Miliar dan Berpotensi Mark Up

UPDATE NEWS

Pemkab Busel Gelar Aksi 3 Rembuk Stunting

badge-check


					Pemkab Busel Gelar Aksi 3 Rembuk Stunting Perbesar

INAnews.co.id, Buton Selatan – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan melalui Dinas Kesehatan menggelar Aksi 3 Rembuk Stunting dalam Rangka Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2021 di Gedung Al Safitri Senin, 12 April 2021.

Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan, La Ode Budiman SKM, M.Mkes membuka langsung acara tsb. Dalam sambutannya Bupati Buton Selatan menyampaikan bahwa kegiatan rembuk stunting merupakan salah satu upaya menghasilkan Generasi Emas Masa Depan yang sehat, produktif dan memiliki daya saing yg kuat.

Tugas penurunan angka stunting bukan hanya melalui bidang kesehatan atau individu saja tetapi diperlukan satu kesatuan yg terintegrasi mulai dari OPD yg terkait, para camat, para kepala desa, organisasi wanita (PKK dan darma wanita), organisasi profesi, perguruan tinggi, pelaku usaha, sampai ke tingkat masyarakat.

Prevalensi Stunting di Kabupaten Buton Selatan tahun 2020 mencapai 32% atau sekitar 1000 balita menderita stunting. Untuk itu, intervensi gizi spesifik dan sensitif sejalan dengan inisiasi percepatan penurunan stunting melalui Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi (Gernas PPG) sesuai amanat Peraturan Presiden No. 42 Tahun 2013.

Oleh karena itu, Pencegahan Stunting merupakan Investasi Pembangunan Sumber Daya Manusia dalam Jangka Panjang, jika tidak maka akan menjadi beban Indonesia kedepannya.

Kepala Dinas Kesehatan menambahkan bahwa kasus stunting pada Tahun 2021 di kabupaten Buton Selatan ada sebanyak 1718 kasus yang tesebar di 7 kecamatan pada 60 desa dan 10 kelurahan, dimana ada 27 desa di 7 kecamatan yang menjadi lokus stunting tahun ini dan 31 desa tahun 2022.

Kegiatan dilanjutkan dengan presentasi dan diskusi tanya jawab dengan Narasumber yaitu Kepala Bappeda Buton Selatan, Drs. Meizat Amril Tamim, M.Si. Dalam pemaparannya menjelaskan bahwa peran lintas sektor sangat diperlukan, baik intervensi secara spesifik dan sensitif. Beberapa contoh kegiatan OPD terkait dalam percepatan penurunan stunting, seperti Penyediaan Air Minum dan Sanitasi pada Dinas Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat, Penyediaan Akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada Dinas Pendidikan, maupun Kampanye Nasional terkait Stunting pada Dinas Komunikasi dan Informatika.

Pada akhir acara, dilanjutkan Penandatanganan Komitmen Bersama untuk mendukung pemerintah untuk menuntaskan masalah stunting di Buton Selatan sampai Tahun 2024. Turut menandatangani komitmen tersebut, Kabag. Kesra, Kepala Bappeda, sejumlah Pimpinan dan Perwakilan OPD, para camat, para kepala desa, dan para kepala Puskesmas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu

12 Januari 2026 - 21:59 WIB

Gakeslab Indonesia Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam Sumatera Dan Rehabilitasi RSUD Aceh Tamiang

10 Januari 2026 - 13:06 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Populer UPDATE NEWS