Menu

Mode Gelap
Peringati HBI ke 76, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta Buka Pelayanan Pada Hari Sabtu Pengamat: Wacana Pemilihan Kada oleh DPRD Hampir Dipastikan Terealisasi Umat Islam Harus Terus Bermikraj dalam Ilmu dan Kompetensi Pakar Ekonomi Syariah Ungkap Hikmah Isra Miraj Kemajuan Umat Islam Pasal Nikah dan Poligami dalam KUHP Bertentangan Konstitusi Konsumsi Rumah Tangga Naik tapi Upah Turun Sementara Akibat MBG

EKONOMI

Daewoong Pharmaceutical Menyepakati Perjanjian Ekspor P-CAB Fexuprazan ke Enam Negara Timur Tengah

badge-check


					Daewoong Pharmaceutical Perbesar

Daewoong Pharmaceutical

INAnews.co.id, Jakarta – Daewoong Pharmaceutical (Daewoong) (CEO Sengho Jeon) akan mengekspor penghambat asam kompetitif potasium (P-CAB) Fexuprazan ke enam negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.

Pada tanggal 15 Oktober 2021, Daewoong mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani perjanjian ekspor untuk melisensikan dan memasok Fexuprazanin ke enam negara Gulf Cooperation Council  Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Qatar  dengan Aghrass Healthcare Limited, sebuah perusahaan yang berbasis di UEA. Volume transaksi bernilai sekitar Rp 1,1 Triliun.

Melalui perjanjian ini, Daewoong berencana untuk meluncurkan Fexuprazan di Arab Saudi, UEA dan Bahrain pada tahun 2024, serta Kuwait, Oman dan Qatar pada tahun 2025. Cigalah Group, perusahaan induk dari mitra Aghrass, memiliki salah satu kekuatan penjualan terbaik di antara negara Gulf Cooperation Council, di mana Fexuprazan dapat berada di posisi utama untuk tumbuh sebagai pengobatan penyakit gastrointestinal yang mendominasi pasar Timur Tengah di masa depan. Pada tahun 2019, Cigalah Group menduduki peringkat ketiga dalam pangsa pasar pada pasar farmasi Saudi.

Fexuprazan Daewoong secara reversibel memblokir pompa proton yang mengeluarkan asam lambung dari dinding perut. Berdasarkan uji klinis, terbukti bahwa obat tersebut menangani gejala lebih cepat dan memiliki efek yang lebih tahan lama daripada pengobatan berbasis PPI yang ada. Selain itu, gejala sakit maag segera membaik sejak awal pemberian, terlepas dari siang atau malam, di mana gejala batuk, sebagai salah satu gejala atipikal penyakit refluks gastroesofageal, juga membaik. Secara khusus, ketika Fexuprazan diberikan kepada pasien dengan gejala parah, dipastikan bahwa gejala mulas membaik pada pasien tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan kelompok kontrol yang diberikan dengan esomeprazole.

Dalam siaran persnya secara tertulis pada Senen (18/10/2021)  Hyunjin Park selaku kepala Divisi Bisnis Global Daewoong, mengatakan, Potensi Fexuprazan sebagai blockbuster global telah dibuktikan sekali lagi dengan menandatangani perjanjian pemberian lisensi dan bantuan teknis di Timur Tengah selain Amerika Serikat, China, dan Amerika Latin.” Dia menambahkan, Berdasarkan teknologi canggih Fexuprazan, kami akan memberikan pilihan pengobatan yang lebih baik kepada pasien di seluruh dunia yang menderita penyakit gastrointestinal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

INDEF: Tata Kelola Jadi Kunci Suksesnya MBG dan Danantara

12 Januari 2026 - 16:44 WIB

Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal

12 Januari 2026 - 14:38 WIB

Kontrak Sewa Kapal PLN Energi Primer Capai Rp16 Triliun, CBA : Nilainya Triliunan Tapi Dianggap Seperti Kuitansi Kosong

7 Januari 2026 - 07:22 WIB

Populer EKONOMI