Menu

Mode Gelap
Ngabuburit Dan Bukber Spesial Bersama Para Influencer otomotif Di Grand Opening Store Apparel TRACKER Cihampelas Bandung Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik

Uncategorized

Pemerintah siapkan strategi genjot ekspor produk manufaktur

badge-check


					Pemerintah siapkan strategi genjot ekspor produk manufaktur Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Pemerintah fokus mendorong peningkatan ekspor industri pengolahan. Beberapa strategi dilakukan pemerintah agar produk manufaktur dalam negeri memiliki daya saing tinggi di kancah global.

“Kontribusi ekspor produk industri manufaktur pada tahun 2018 menembus hingga 72,25% atau senilaiUSD130,09 miliar, naik sebesar 3,98% dibanding tahun 2017 yang mencapaiUS125,10 miliar,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (13/02/2019) dalam rilisnya.

Airlangga menuturkan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memacu nilai ekspor produk manufaktur nasional.

Strategi utama pemerintah adalah dengan berupaya menarik investasi industri untuk menjalankan hilirisasi sehingga dapat mensubstitusi produk impor.

Kebijakan lainnya, perbaikan iklim usaha melalui penerapan online single submission (OSS), fasilitas insentif perpajakan, program vokasi, penyederhanaan prosedur untuk mengurangi biaya ekspor, dan pemilihan komoditas unggulan.

“Pada tahun 2019, kami akan lebih genjot lagi sektor industri untuk meningkatkan ekspor, terutama yang punya kapasitas lebih,” tutur Airlangga.

Pada 2019, pemerintah menargetkan ekspor nonmigas tumbuh 7,5 persen. Proyeksi pertumbuhan tersebut mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,7 persen.

Adapun tiga pasar ekspor utama, yakni Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok.

Penetrasi pasar ekspor ke negara-negara nontradisional juga dilakukan, seperti ke Bangladesh,Turki, Selandia Baru, Myanmar dan Kanada.

“Kami fokus memacu kinerja ekspor di lima sektor industri yang mendapat prioritas , sesuai peta jalan making industri 4.0 ” imbuhnya.

Lima sektor itu adalahindustri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronika, dan kimia.

Apalag, lima kelompok manufaktur tersebutmampu memberikan kontribusi sebesar 65 persen terhadap total nilai ekspor nasional.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ironi Penegakan Hukum: Aktivis Literasi Diburu, Massa Penjarah Terorganisir Lolos

20 Februari 2026 - 18:46 WIB

Fatwa Pembiayaan Bermasalah Baru Ada untuk Murabahah

16 Februari 2026 - 22:38 WIB

Ikrar Nusa Bhakti Kritisi Anggaran Rp17 Triliun untuk BoP Trump

4 Februari 2026 - 09:42 WIB

Populer Uncategorized