Menu

Mode Gelap
Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional Destinasi Wisata Alam Menarik di Kabupaten Bone Bolango Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru Amien Rais Sebut KUHP Baru Gerbang Otoritarianisme Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

UPDATE NEWS

Elly Rosita Silaban : L20 Sebagai Momentum Peningkatan Ekosistem Ketenagakerjaan yang Inklusif

badge-check


					Elly Rosita Silaban : L20 Sebagai Momentum Peningkatan Ekosistem Ketenagakerjaan yang Inklusif Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Indonesia dipercaya menjadi Presidensi G20 mulai 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022, dengan mengangkat tema utama ”Recover Together, Recover Stronger”.

Dalam melaksanakan peran sebagai Presidensi G20, Indonesia akan melakukan koordinasi kebijakan global yang berkontribusi terhadap tata kelola dunia yang lebih seimbang, membuat G20 lebih adaptif terhadap krisis, dan memperjuangkan kepentingan nasional di forum global, melalui isu-isu terkait Transformasi Digital dan Ekonomi Inklusif. Pemerintah menekankan sinergi dan koordinasi yang kuat antar kementerian dan lembaga yang terlibat di dalam 16 Working Groups (WG).

Sebagai pemegang Presidensi G20, pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya komunikasi publik yang masif dan terkoordinasi dalam penyelenggaraan forum sosial ekonomi akbar tersebut, mengingat harapan terhadap keketuaan Indonesia bagi lingkungan negara-negara berkembang dan rentan, sangat besar.

Maka untuk mendukung pelaksanaan Presidensi G20 di Indonesia. Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia menggelar ‘Kick Off Meeting Labour 20 (L20)’ bertajuk ‘Recover Together Recover Stronger’ di JS Luwansa Hotel and Convention Centre, Jalan HR Rasuna Said, Kav C-22, Jakarta Selatan, Senin 31 Januari 2022.

KSBSI adalah Chair atau Ketua Presidensi pada L20. Oleh karena itu, sebagai Ketua L20 KSBSI menjadi wakil satu-satunya dari Serikat Buruh/Serikat Pekerja dari Indonesia yang mewakili kepentingan tenaga kerja di tingkat G20, dengan mempersatukan serikat pekerja dari Negara-Negara G20 dan Global Unions untuk memberikan masukan di KTT G20.

Kick off Meeting Labour 20 (L20) dihadiri oleh Menteri Airlangga Hartarto dan Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban,tampak pula hadir Sekretaris Jenderal Kemnaker Anwar Sanusi, Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) KSBSI Rekson Silaban, Bendahara Umum KSBSI Rasmina Pakpahan, Ketua Umum Kadin M Arsjad Rasjid, Ketua Umum Apindo Hariyadi B Sukamdani dan Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani, serta tamu undangan dari Kantor Staf Presiden serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Menko Airlangga Hartarto menyampaikan “Tentunya ini menjadi bagian penting. Karena isu dari ketenagakerjaan ini menjadi sangat menonjol, dikarenakan ada dua distruksi. Pertama, terkait dengan digitalisasi, yang kedua dengan adanya pandemi Covid-19. ”

“Menko Airlangga Hartarto mengharapkan, kepemimpinan Indonesia di L20 yang di ketuai oleh Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) bisa memberikan solusi.”

Dalam kesempatan itu Menko Airlangga Hartato juga memberikan apresiasi kepada Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) yang ditunjuk sebagai Chair atau Ketua Presidensi pada L20 pada Oktober 2022 mendatang.

Menko Perekonomian mengatakan secara umum kepemimpinan L20 ini berada di G20, sehingga tentu leadership Indonesia di kancah internasional sangat ditunggu kiprahnya.

Sementara itu dalam sambutannya Elly Rosita Silaban selaku Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) mengatakan, KSBSI berinisiatif untuk melakukan Kick off Meeting untuk memberikan pemaparan terkait isu prioritas L20. ada 3 isu prioritas L20 untuk G20 yaitu :

  1. Konferensi Tingkat Tinggi ( KTT ) Summit.
  2. Pertemuan Tingkat Mentri dan Deputi.
  3. Kelompok Kerja ( Working Group )

Setiap Engagement akan masuk dalam working group. Dan untuk Serikat Pekerja/ Serikat Buruh ( Labour 20 ) masuk dalam Employment Working Group ( EWG ) . Masing-masing engagement harus menyampaikan isu prioritas kepada pemerintah.

Lebih lanjut elly menjelaskan bahwa Isu prioritas L20 untuk G20 diantaranya adalah :

  1. Perluasan perlindungan ketenagakerjaan khususnya buruh di digital platform.
  2. Menyediakan transisi yang adil di beberapa sub area prioritas.
  3. Kerja layak dan universal coverage jaminan sosial untuk semua buruh.

Sebab berkaitan dengan acara itu, pesan yang disebarkan harus mampu dipahami oleh masyarakat secara seksama. “Adanya hal itu, tentu akan membuat masyarakat mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” kata Elly.

Staff Khusus Presiden RI, Angkie Yudistia, yang ikut hadir dalam kick-off tersebut mengatakan bahwa pada masa Presidensi G20 di bidang ketenagakerjaan, Indonesia harus mengusung salah satu isu prioritas yakni inclusive labour market and affirmative decent jobs for person with disabilities (pasar kerja yang inklusif dan afirmasi pekerjaan yang layak untuk penyandang disabilitas).

“Ini terobosan yang baik sekali, Indonesia membuktikan bahwa no one left behind, tidak ada satupun yang boleh tertinggal dalam setiap program pemerintah, swasta, dan seluruh sektor,” tambah Angkie.

“Melalui isu tersebut, Indonesia akan mendorong perhatian Negara-negara G20 merumuskan kebijakan yang afirmasi dan inklusif terhadap kelompok disabilitas. Sehingga dapat berpartisipasi dalam pasar kerja dalam menghadapi disrupsi digital dan dampak pandemi.”tegas Angkie.

Dalam sambutan penutupnya elly menegaskan “Melalui L20 ini KSBSI sebagai Chair L20 akan menyampaikan pada pemerintah bahwa posisi Indonesia sebagai presidensi G20 ini adalah momentum kita untuk berbenah. Artinya, momentum Presidensi G20 adalah framework kita untuk saling mem-bachmark antara Indonesia dan juga Negara-negara G20, dapat saling belajar serta memperbanyak experince, sehingga dapat membentuk ekosistem ketenagakerjaan yang tepat, sesuai kebutuhan disabilitas secara inklusif,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ketahuan ‘Kumpul Kebo’ Siap-siap Dipidana di KUHP Baru

9 Januari 2026 - 11:15 WIB

Mendesak Indonesia Kritik Keras Kebijakan AS soal Venezuela

9 Januari 2026 - 08:39 WIB

Masyarakat Geram, Penimbunan BBM Bersubsidi Terus Menggurita di Minahasa Polda Sulut Diam

8 Januari 2026 - 22:04 WIB

Populer UPDATE NEWS