Menu

Mode Gelap
Sidang TPPU Hasbi Hasan: Integritas Jaminan Hakim Bebas Intervensi Legitimasi Pemerintah 80 Persen Vs Demokrasi 20 Persen Marak Makelar Dapur MBG, Kepala BGN Diminta Turun Lapangan Tinjau Dapur 3 T Amien Rais Kritik Rencana Pembukaan Kebun Sawit Baru di Tengah Ancaman Banjir Rayakan Momen Lebaran Penuh Harmoni: Manzone & Minimal Luncurkan Koleksi Sarimbit Eksklusif Bersama Rezky Aditya dan Citra Kirana Lebih dari 300 Izin Tambang di Pulau Kecil Langgar UU

Uncategorized

Merasa Dipermainkan Oleh ITDC, Pemilik Lahan di KEK Mandalika Mengamuk

badge-check


					Merasa Dipermainkan Oleh ITDC, Pemilik Lahan di KEK Mandalika Mengamuk Perbesar

INAnews.co.id, Lombok Tengah -Karena dianggap selalu ingkar janji atas pembayaran  lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Desa Kuta Kecamatan Pujut Lombok Tengah.

Manager  kepala opersional  ITDC Made Pari nyaris menjadi bulan bulanan seorang pemilik lahan di KEK mandalika Jumat siang di JM Hotel Kuta.

Pasalnya, Pemilik lahan merasa selalu di permainkan oleh pihak ITDC yang selama ini berjanji akan menyelesaikan pembayaran tanah sirkuit, namun janji tinggal janji, semuanya tak pernah bisa dibuktikan.

Atas hal tersebut, satgas yang sudah di bentuk gubernur bisa bekerja dengan serius jangan melakukan propaganda dan mencari cara untuk mengelabui masyarakat pemilik lahan, sehingga hal hal yang tak diharapkan bisa terjadi.

Demikian dikatakan juru bicara Aliansi Pejuang Lahan Kek Mandalika Samsul Qomar, Jum’at (11/3) kemarin.

Reaksi yang dilakukan pemilik lahan lanjut mantan senior wartawan Loteng ini, ini tentu sangat di fahami secara fiskologis warga sudah bosan dengan tingkah para pemangku BUMN tersebut.

Untung masih bisa di kendalikan kalau lama lama bisa bentrok beneran ini untuk itu kita minta pemerintah provinsi segera ambil alih.

“Apa sih bedanya dengan yang sudah di bayar kemarin, kan semua sama sama HPL jangan dong ada diskriminasi,” ketusnya.

Atas perlakuan tersebut, Pihaknya akan tetap berjuang sampai kapanpun dan dengan cara cara yang bermartabat , karena Aliansi ini tetap Mendukung motoGP dilaksanakan, namun hak hak warga pemilik juga harus di selesaikan.

“Ini soal hak dan kewajiban tidak ada urusan soal aksi demo dan lainnya, kita sedang menuntut hak dan pemerintah wajib memenuhinya tidak ada jalan lain,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Tuntut Kepastian Status Dan Kesejahteraan, Guru Honorer Non Database Datangi DPRD Lombok Tengah

18 Januari 2026 - 14:59 WIB

Ketua Pusaka NTB Tegaskan Isu BTT Pemprov NTB Bersifat Konstruktif Demi Kondusivitas Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

22 Desember 2025 - 20:29 WIB

Setelah Ramai Diberitakan, EO HUT Kota Baubau Akhirnya Lunasi Honor Penampil Lokal

1 November 2025 - 15:40 WIB

Populer Uncategorized