Menu

Mode Gelap
Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi Bappenas: Danantara dan MBG Kunci Lepas dari Middle Income Trap Danantara Proyeksi Dongkrak PDB 3 Persen di Awal Model Overlapping Generation Ungkap Dampak MBG Muhammadiyah Tegaskan ‘Aliansi Muda Muhammadiyah’ Bukan Sikap Resmi Organisasi Dibawah Kepemimpinan Listyo Sigit Polri Hadir Sebagai Aktor Pembangunan Nasional

METRO

Lewat Kampanye Berbagi Kebaikan, Lifeboy Ajak Masyarakat Indonesia Peduli Kanker

badge-check


					Lewat Kampanye Berbagi Kebaikan, Lifeboy Ajak Masyarakat Indonesia Peduli Kanker Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta – Peringati Hari Anak Internasional, Lifebuoy Shampoo produksi PT Unilever Indonesia, Tbk. hari ini meluncurkan kampanye Berbagi Kebaikan.

Mengawali kampanye ini, Lifebuoy Shampoo berkolaborasi dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengajak berbagi kebaikan dengan para pejuang kanker.

“Sebagai brand perawatan rambut yang begitu dekat dengan keseharian keluarga Indonesia, Lifebuoy Shampoo memiliki purpose untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan pada anak sejak dini. Hal ini semakin penting di tengah fakta bahwa physical distancing yang dialami anak-anak selama pandemi berlangsung telah berdampak besar pada perkembangan sosial mereka,” ungkap Agus Nugraha, Head of Marketing Hair Care PT Unilever Indonesia, Tbk.

Seorang terapis keluarga di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa pandemi membuat anak kehilangan kesempatan untuk membangun keterampilan sosialnya, seperti kemampuan berinteraksi dengan teman sebaya, memecahkan masalah, hingga berlatih memiliki sikap empati.

Penelitian dari Universitas Negeri Yogyakarta juga menemukan bahwa selama pandemi 96% anak mengalami penurunan terkait pencapaian aspek perkembangan sosial emosi, terutama dalam segi perkembangan perilaku prososial, atau yang secara awam disebut perilaku tolong menolong.

Anna Surti Ariani, Psikolog Klinis Keluarga, menanggapi, jika kemampuan berempati dan perilaku tolong menolong ini tidak dikembangkan, terdapat risiko jangka pendek dan jangka panjang.

Dalam jangka pendek, anak dapat sulit beradaptasi dan sulit diterima oleh lingkungannya sehingga mengalami masalah pergaulan.

“Sementara dalam jangka panjang, anak rentan mengalami beragam masalah gangguan psikologis. Perilaku ini tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan sendirinya, dibutuhkan proses panjang sejak usia dini hingga dewasa yang erat kaitannya dengan stimulasi dari orang tua,” jelas Anna dalam jumpa persnya di acara Kampanye Berbagi Kebaikan pada Kamis 2 juni 2022.

Sementara, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Wisaksono Sudoyo, mengatakan, YKI menyambut baik kampanye Berbagi Kebaikan kerjasama Lifebuoy Shampoo dengan YKI dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kanker melalui donasi rambut.

Wisaksono mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat termasuk dengan melakukan deteksi dini kanker, dan menjaga kesehatan rambut karena dapat menjadi sumber kekuatan untuk berbagi kebaikan.

Siti Annisa Nuhonni, Pengurus Bidang Pelayanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia lebih lanjut menjelaskan, jika kanker memberi dampak terhadap fisik dan psikologis pasien kanker.

“Kondisi pandemi juga menambah tantangan yang dihadapi oleh pasien kanker, sehingga diperlukan dukungan psikososial dalam menjaga maupun meningkatkan kualitas hidup pasien baik oleh keluarga, orang-orang terdekat, hingga lingkungan dan masyarakat luas,” jelasnya.

Mona Ratuliu, selebritas sekaligus ibu dari lima orang anak berpendapat, memasuki kehidupan pasca pandemi, perlahan kembali ke rutinitas sosial life seperti dulu.

“Aku sadar kondisi ini akan menuntut kemampuan anak-anakku untuk kembali bersosialisasi, yang sebelumnya sempat terhambat karena pandemi. Kampanye ini bisa menjadi wadah bagi para orang tua sepertiku untuk menumbuhkan rasa empati dan menerapkan perilaku tolong menolong pada sesama. Sebagai buktinya, hari ini aku dan Nala mendonasikan rambut kami, dan mengajak seluruh keluarga untuk ikut memberi dukungan,” jelas Mona.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Realitas Beban Ganda yang Masih Dihadapi Perempuan Indonesia

7 Januari 2026 - 08:21 WIB

Perkuat Solidaritas HIPPERPALA Indonesia Gelar Silaturahmi Camp

1 Januari 2026 - 23:09 WIB

Jangan Makan Buah Berlebihan

31 Desember 2025 - 12:20 WIB

Populer GAYA HIDUP